Sisa Panen Kembali ke Tanah, Langkah Sederhana Pulihkan Lahan

AKURAT.CO Sebuah lahan yang kondisinya hampir tidak ada orang yang ingin menggarapnya Di Tangkiling, Kalimantan Tengah.
Kandungan pasir mencapai 94 persen, tingkat keasaman pH 4,40. Lahan seperti ini dianggap sudah selesai, tidak bisa menghasilkan apa-apa. Namun sejak September 2023, Bumibaru memulai sebuah percobaan untuk membuktikan anggapan itu salah.
Baca Juga: Pangan Olahan di Tengah Banjir Informasi, Membedakan Risiko dan Sensasi
Bumibaru adalah perusahaan yang fokus pada pemulihan dan pengembangan lahan terdegradasi menjadi aset produktif. Mereka melihat lahan rusak bukan sebagai masalah yang tidak bisa diselesaikan, tetapi sebagai aset yang membutuhkan pendekatan berbeda. Tangkiling menjadi lokasi pertama mereka untuk membuktikan metodologi restorasi lahan ini.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana proses pemulihan bisa berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Jawabannya ternyata sederhana: sisa panen yang dikembalikan ke tanah.
Perubahan kemudian mulai terlihat secara bertahap.
Dalam tiga bulan pertama, perubahan pH tanah sudah mulai terlihat. Memasuki enam bulan, kemampuan tanah dalam menyimpan air mulai membaik. Delapan bulan setelah proses dimulai, tanaman pertama sudah dapat dipanen.
“Apa yang tersisa setelah panen tidak harus berakhir sebagai limbah. Kami mengembalikannya ke tanah dan membiarkan proses alami bekerja,” ujar Ramavito Mountaino, CEO Bumibaru.
Menurut Ramavito, proses tersebut menunjukkan bahwa pemulihan lahan tidak selalu harus dimulai dengan pendekatan yang kompleks.
Dengan memahami kondisi tanah dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar lahan, proses pemulihan dapat dilakukan secara bertahap sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi.
Hasil di Tangkiling menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut dapat diterapkan.
Tanah yang sebelumnya memiliki kandungan pasir hingga 94 persen dan tingkat keasaman atau pH 4,40 mengalami peningkatan pH menjadi 6,01.
Dalam delapan bulan pertama, tingkat survival tanaman mencapai 94 persen dengan total produksi mencapai lebih dari 307 ribu kilogram.
Bagi Bumibaru, angka-angka tersebut penting karena menunjukkan bahwa proses restorasi dapat dipantau dan diukur. Setiap tahap memiliki input, proses, dan hasil yang dapat dicatat.
Dengan begitu, keberhasilan di satu lokasi tidak hanya berhenti sebagai sebuah cerita, tetapi dapat menjadi pembelajaran untuk pengembangan di lokasi lain.
Baca Juga: Pemerintah Target Produksi E20 dalam Dua Tahun, Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu
Bumibaru saat ini terus mendokumentasikan setiap tahap proses di Tangkiling, mulai dari kondisi awal tanah, pengolahan lahan, pemanfaatan sisa panen, hingga perkembangan tanaman dan hasil produksinya. Dokumentasi ini menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana pendekatan yang sama dapat diterapkan pada lahan lain dengan kondisi yang serupa.
Apa yang terjadi di Tangkiling menunjukkan bahwa lahan dengan kondisi tanah yang kurang baik masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Setelah melalui proses pemulihan, lahan tersebut kembali dapat ditanami dan menghasilkan panen. Pengalaman dari Tangkiling kemudian menjadi dasar bagi Bumibaru untuk terus mengembangkan dan mendokumentasikan proses restorasi yang bisa diterapkan di lokasi lain.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan restorasi dan pengembangan lahan Bumibaru dapat diakses melalui bumibaru.co.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya





