Mudah dan Bisa Jadi Ladang Bisnis, Ini Cara Ternak Ikan Cupang untuk Pemula

AKURAT.CO Siapa yang tidak kenal dengan ikan cupang? Hampir semua masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan jenis ikan ini.
Ya, ikan cupang adalah jenis ikan yang cukup populer dan banyak digandrungi di Indonesia.
Alasan mengapa banyak orang tertarik memelihara ikan cupang karena memang ikan ini terlihat cantik dan elegan saat berenang di dalam akuarium.
Hal tersebut tentu saja membuat peluang bisnis budidaya atau ternak ikan ini bisa begitu menggiurkan karena tidak akan pernah sepi peminat.
Lantas, bagaimana sih cara ternak ikan cupang yang bisa dilakukan oleh pemula sekalipun? Juga, hal-hal apa saja yang harus dipahami agar dapat membuka usaha ternak ikan cupang dengan prospek bisnis yang menjanjikan?
Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan terkait cara ternak ikan cupang, harga, dan jenis-jenisnya berikut ini.
Kenalan Lebih Dekat Dulu dengan Ikan Cupang
Cupang merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki karakteristik utama yaitu bentuk ekornya yang unik nan cantik dan menyerupai kipas yang lebar. Habitat utama dari ikan ini sendiri berada di Asia Tenggara, termasuk, Indonesia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam.
Terkait tempat hidupnya, ikan cupang biasa berada pada area yang memiliki arus air tenang, misalnya, rawa, danau, dan sungai. Bagi kamu yang sudah lama tertarik untuk memelihara jenis ikan ini pasti tidak asing dengan keagresifannya.
Ikan cupang memang identik sebagai ikan yang akan mempertahankan kawasannya, bahkan sampai saling melawan ikan lain.
Inilah alasan mengapa ikan jenis ini sering kali dijadikan sebagai hewan untuk diadu selain digandrungi karena kecantikannya.
Dengan cara perawatan yang tepat dan benar, ikan cupang mampu hidup sampai 5 tahun dengan ukuran tubuh mencapai sekitar 7cm.
Jika dibudidayakan, ikan tersebut bisa mengeluarkan telur sebanyak 10 sampai 40 butir yang siap panen. Jadi, asalkan memahami cara merawat dan membudidayakannya, jenis ikan ini bisa menjadi sarana berbisnis yang menjanjikan dan menghasilkan banyak cuan.
- Cara Ternak Ikan Cupang untuk Pemula
Nah, setelah mengenal lebih dekat tentang ciri, kehidupan, dan jenis-jenis ikan cupang, kini beranjak membahas tentang cara membudidayakannya dengan benar. Pada dasarnya, ternak ikan cupang ini tidak memerlukan metode perawatan yang sangat sulit, tapi kondisinya tetap perlu diperhatikan secara rutin.
Berikut adalah cara ternak ikan cupang yang cocok diikuti oleh pemula.
1. Memilih Indukan yang Tepat
Agar bisa memberikan keturunan yang bagus, kamu harus mampu memilih indukan ikan cupang yang unggul. Cirinya adalah memiliki kondisi yang bugar, serta terbebas dari penyakit dan cacat bawaan.
Perbedaan Antara Indukan Betina dan Jantan
Mudah saja cara membedakan antara ikan cupang betina dan jantan.
Ikan cupang betina biasanya berenang dengan lamban, bagian ekor dan sirip lebih pendek, berwarna kusam, serta memiliki tubuh lebih kecil.
Sedangkan untuk ikan cupang jantan, cirinya adalah berenang dengan lincah, sirip dan ekor lebih mengembang, memiliki warna yang cerah, serta tubuh lebih besar.
2. Tanda Ikan Telah Berada di Fase Matang dan Siap Pemijahan
Pemijahan merupakan proses keluarnya sperma pada induk jantan dan sel telur pada induk betina yang kemudian diikuti dengan proses perkawinan.
Pada ikan cupang, sebelum melakukan pemijahan, kamu perlu memastikan bahwa indukan betina dan jantannya telah berada pada fase matang dan siap kawin.
3. Langkah Membuat Pemijahan
Sebelum melakukan proses pemijahan pada ikan cupang, kamu harus lebih dulu menyiapkan akuarium atau baskom dan wadah dengan ukuran 20 x 20 x 20cm.
Siapkan pula gelas plastik yang bakal dijadikan tempat untuk ikan betinanya. Terakhir, siapkan tumbuhan air, misalnya kiambang.
Walaupun dalam proses perkawinannya ikan cupang mampu menghasilkan 1000 butir telur, tapi yang bisa dipanen umumnya hanya 30 sampai 50 ekor saja.
Hal ini dikarenakan tingkat kematian pada proses pembenihan ikan hias ini sangatlah tinggi.
Langkah pertama, isi air sampai ketinggian 10 atau 15cm pada wadah pemijahan menggunakan air sungai atau air tanah yang jernih, dan endapkan selama paling tidak satu malam.
Upayakan tak menggunakan air PAM yang mengandung kaporit maupun air kemasan. Selanjutnya, letakkan tanaman air pada wadah yang menjadi tempat berlindung dari para burayak.
Perhatikan penempatan tanaman agar tak terlalu padat sehingga tanaman tak berpotensi menyerap oksigen yang terlarut dalam air. Setelah itu, masukkan indukan ikan cupang jantan dan biarkan selama satu hari dalam wadah.
Jika muncul gelembung, artinya indukan jantan tersebut siap untuk menyimpan telur yang telah dibuahi. Jika belum, kamu bisa memancingnya dengan cara memasukkan indukan betina, tapi di tempat yang terpisah, seperti di gelas plastik yang dibenamkan pada akuarium tempat indukan jantan.
Saat gelembung sudah terlihat, kamu bisa mulai memasukkan indukan betina untuk proses pemijahan. Biasanya, waktu pemijahan berlangsung pada jam 7 sampai 10 pagi, maupun 4 sampai 6 sore.
Pada proses ini, tutup wadah dengan koran, dan jauhkan dari suara berisik karena ikan cupang menjadi lebih sensitif.
4. Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Pembuahan Ikan Cupang
Setelah pembuahan selesai dilakukan, segera pindahkan indukan betina agar indukan jantan mampu menjaga serta membesarkan burayak. Telur yang telah dibuahi akan dipunguti oleh indukan jantan melalui mulutnya dan diletakkan pada gelembung yang telah dibuat. Jika indukan betina tidak dipindahkan, telur yang sudah dibuahi bisa dimakan sehingga gagal dipanen.
5. Tips Menetaskan Telur
Telur ikan cupang dalam kurun waktu satu hari akan berubah menjadi burayak. Untuk 3 hari selanjutnya, burayak tidak perlu diberi pakan karena ada sisa nutrisi yang berasal dari telur. Tidak hanya itu, indukan jantan juga tidak perlu diberi pakan karena akan berpuasa saat menjaga burayak.
3 hari pasca telur menetas, kamu perlu memberikan kutu air pada burayak. Namun, tetap batasi pemberian pakan agar tak sampai mengotori airnya. Dalam kondisi air yang kotor, burayak bisa mati.
Lalu, setelah 2 minggu, pindahkan burayak ke wadah baru yang lebih besar dan berikan kutu air atau larva nyamuk lebih banyak. Kamu juga mulai bisa membedakan ikan cupang menurut jenis kelaminnya saat usianya sudah 1,5 bulan.
6. Pemberian Pakan
Salah satu kunci utama untuk mendapatkan ikan cupang berkualitas adalah memastikan pakan yang diberikan terjaga. Berikan pakan yang menjadi favorit dari ikan ini, seperti, cacing sutra, larva nyamuk, dan kutu air, dengan intensitas sekitar 3 sampai 4 kali sehari. Semakin sering pakan diberikan, semakin baik pula hasilnya nanti.
Tapi, tetap perhatikan kuantitas pakan yang diberikan. Agar hasil panen ikan cupang memuaskan, berikan pakan dengan intensitas yang sering, tapi jumlahnya jangan terlalu banyak.
Dengan begitu, risiko munculnya penyakit akibat sisa pakan yang menumpuk tidak sampai terjadi.
Perkiraan Untung Bisnis Ternak Ikan Cupang
Memulai bisnis ternak ikan cupang tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, sekitar 1 jutaan saja. Untuk modal awalnya, kamu hanya perlu membeli akuarium seharga Rp400 ribu serta indukan jantan dan betina seharga Rp300 ribu, dengan total Rp700 ribu.
Sedangkan untuk pengeluaran bulanannya, antara lain, pengadaan bibit Rp300 ribu, pakan ikan Rp200 ribu, vitamin dan lain sebagainya sejumlah Rp300 ribu. Jadi, kamu hanya perlu menyiapkan modal sekitar Rp1,5 juta untuk bisa memulai bisnis ternak ikan cupang ini.
Lalu, mengenai potensi keuntungannya, kamu bisa menghitungnya berdasarkan perkiraan harga dan jumlah ikan yang dijual setiap harinya. Ambil contoh rata-rata per hari kamu bisa menjual 10 ikan cupang dengan harga Rp6 ribu.
Jika dikalikan dengan 30 hari, penghasilan kotor yang didapatkan adalah Rp1,8 juta. Dikurangi dengan pengeluaran bulanannya, keuntungan bersih yang didapat sekitar Rp1 juta. Dalam kata lain, kamu sudah bisa mengembalikan modal sekaligus merasakan keuntungan bisnis ini di bulan pertama atau kedua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok


