Indonesia dan Uni Eropa Perkuat Kemitraan Riset dan Inovasi Lewat Forum Sains dan Teknologi

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan EURAXESS Worldwide for ASEAN menggelar forum bertajuk EU-Indonesia: Strengthening Impactful Partnerships in Science and Technology, di Grha Kemdiktiksaintek, Senayan, Jakarta.
Forum ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Uni Eropa di bidang sains, teknologi, dan inovasi (STI), sekaligus mendorong partisipasi lebih besar Indonesia dalam program riset unggulan Uni Eropa, Horizon Europe.
Acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta yang terdiri dari perwakilan universitas di Indonesia, kedutaan besar negara anggota Uni Eropa, lembaga riset, serta mitra internasional.
Dalam pidato pembukanya, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menekankan bahwa kolaborasi ilmiah internasional adalah kunci untuk menjawab tantangan-tantangan besar Indonesia dalam pembangunan sektor sains dan teknologi.
Menurutnya, partisipasi dalam Horizon Europe merupakan langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain aktif di panggung global.
“Kami berkomitmen untuk memposisikan Indonesia sebagai kontributor aktif dalam ekosistem STI global melalui Horizon Europe. Diplomasi sains dapat menjembatani antar benua. Kami ingin melihat lebih banyak peneliti, universitas, dan inovator Indonesia yang terlibat dalam proyek-proyek kolaboratif di Eropa,” ujar Togar dalam keterangan yang diterima, Jumat (20/6/2025).
Sementara itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menyebut forum ini sebagai momentum penting dalam mewujudkan kerja sama strategis yang sejalan dengan misi pembangunan nasional. Menurutnya, keterlibatan aktif dalam proyek riset internasional juga akan berdampak langsung pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, dalam sambutannya menegaskan komitmen Uni Eropa untuk menjadi mitra terpercaya bagi Indonesia. Ia menilai kolaborasi antarnegara menjadi sangat penting, terutama dalam menghasilkan inovasi yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kerjasama Rp1 Triliun, BCA - Indodana Dorong Petumbuhan Layanan PayLater
“Melalui Horizon Europe, Uni Eropa mengundang peneliti Indonesia untuk terlibat aktif. Program ini menawarkan kemitraan internasional, akses ke fasilitas riset mutakhir, dan peluang menciptakan solusi atas tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga transformasi digital,” terang Chaibi.
Forum ini juga membahas secara mendalam Horizon Europe Strategic Plan 2025–2027, termasuk prioritas riset yang akan difokuskan, skema pendanaan, dan tujuan-tujuan jangka panjang yang sejalan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sejumlah testimoni dari proyek riset yang telah sukses dijalankan antara Indonesia dan Uni Eropa turut dipaparkan sebagai studi kasus.
Selain sesi pemaparan dan diskusi, forum juga menyediakan sesi networking yang membuka ruang dialog langsung antara peneliti, institusi pendidikan tinggi, dan pemangku kebijakan dari kedua pihak. Langkah ini dinilai penting untuk menjalin sinergi yang konkret di masa depan.
Pemerintah Indonesia berharap kerja sama ini tidak hanya mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi, tetapi juga meningkatkan investasi di bidang riset dan pengembangan (R&D), menghubungkan akademisi dengan pelaku industri, serta mendorong inovasi yang inklusif di luar wilayah perkotaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







