Harga Komoditas Naik, Pemda Diminta Segera Gelar Operasi Pasar

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk segera melakukan operasi pasar, jika di daerahnya terjadi kenaikan harga komoditas pokok yang tinggi.
Baca Juga: Harga Komoditas Lesu, Laba Bersih Adaro Energy (ADRO) Kuartal I-2024 Terjun 18 Persen ke Rp6,09 T
Ia menjelaskan, beberapa komoditas itu antara lain minyak goreng di 170 kabupaten/kota, gula pasir di 160 kabupaten/kota, dan cabai merah di 159 kabupaten/kota. Komoditas tersebut mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah pada minggu ketiga Februari 2025.
“Bawang putih di 143 (kabupaten/kota), cabai rawit 123 (kabupaten/kota), beras di 96 (kabupaten/kota). Kami sangat berharap di daerah-daerah yang naik ini ya mau enggak mau operasi pasar,” kata Tomsi dalam keterangannya, Senin (242/2025).
Menurutnya, khusus bawang putih yang 99 persen berasal dari impor, Tomsi menyebut bahwa masalah utama terletak pada distribusi. Menurutnya, ketika komoditas tersebut masuk, harga seharusnya bisa stabil. Oleh karena itu, dia meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memastikan distribusi komoditas impor dilakukan dengan baik, terutama menjelang Lebaran.
“Beberapa kali pada Lebaran kali ini kenaikan bawang putih itu bisa sampai 200 persen. Bisa sampai Rp120.000 (per kilogram) harganya. Jadi mohon teman-teman bisa menanggapi ini,” tambahnya.
Tomsi mengingatkan, jika pemda tidak mengambil langkah konkret sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah, maka kenaikan harga akan terus berlanjut. Oleh sebab itu, dia meminta stakeholders terkait, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), untuk benar-benar memahami dinamika harga di daerah masing-masing.
“Apalagi tentunya minggu depan itu sudah kepala daerah yang baru (mulai efektif bertugas), dan kita akan memulai rapat kita dengan kepala daerah yang baru. Tolong tentunya Bapak/Ibu sekalian sebagai staf betul-betul turun (ke lapangan mengecek pasar),” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Harga Komoditas Bahan Pokok Sukoharjo Alami Kenaikan
Ia menegaskan, dalam pantauannya melalui Rakor Inflasi yang dilakukan setiap Senin, masih ada pejabat daerah yang belum turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi pasar. Untuk itu, dia berharap TPID segera bergerak cepat dan memastikan pelaksanaan tugas dengan baik.
Selain itu, kementerian/lembaga (K/L) perlu melakukan perhitungan distribusi komoditas secara cermat hingga sampai ke konsumen.
“Kami berharap tim TPID yang hadir sekarang betul-betul segera turun, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, ambil langkah yang terbaik, kemudian kita akan lihat hasilnya di minggu depan ini. Kalau kita sungguh-sungguh, bisa kita untuk mempertahankan tidak terjadi kenaikan harga,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







