Udara Jakarta Hari Ini: Polusi Kembali Mengkhawatirkan, AQI Capai 136

AKURAT.CO Ibu Kota kembali diselimuti polusi udara dengan tingkat yang mengkhawatirkan.
Pada Senin (2/6/2025), Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta tercatat di angka 136, masuk dalam kategori “Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif.”
Kondisi ini menjadi alarm serius bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Apa Itu AQI dan Mengapa Penting?
AQI adalah indikator internasional yang digunakan untuk menilai tingkat kebersihan atau pencemaran udara.
Indeks ini dihitung berdasarkan konsentrasi polutan utama seperti PM2.5, PM10, karbon monoksida, ozon, dan nitrogen dioksida. Semakin tinggi angka AQI, semakin berbahaya kualitas udaranya bagi kesehatan.
Kategori AQI dan Dampaknya terhadap Kesehatan:
-
0–50 (Baik): Udara bersih dan aman untuk semua kalangan.
-
51–100 (Sedang): Masih aman, namun bisa berdampak ringan bagi individu sangat sensitif.
-
101–150 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif): Risiko gejala pernapasan meningkat bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
-
151–200 (Tidak Sehat): Risiko kesehatan mulai dirasakan oleh seluruh populasi.
-
201–500 (Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya): Polusi ekstrem, dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius hingga darurat medis.
Dengan AQI mencapai 136, masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, terutama mereka yang masuk kategori rentan.
Baca Juga: Tiga WNI Terlantar di Gurun Makkah, DPR Desak Pemerintah Perketat Visa Haji
Langkah Perlindungan Saat Polusi Meningkat:
-
Gunakan masker standar (N95): Menyaring partikel mikro seperti PM2.5.
-
Kurangi aktivitas luar ruangan: Terutama saat pagi dan siang, ketika polusi biasanya memuncak.
-
Tutup jendela dan ventilasi: Mencegah masuknya udara tercemar ke dalam rumah.
-
Gunakan air purifier: Menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap bersih.
-
Perbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi: Membantu tubuh menangkal efek buruk polusi.
Polusi Bukan Sekadar Isu Lingkungan
Tingginya angka AQI menunjukkan bahwa polusi udara bukan hanya soal lingkungan, tapi sudah menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Kesadaran dan partisipasi publik dalam mengurangi emisi sangat diperlukan—mulai dari menggunakan transportasi umum, menanam pohon, hingga tidak membakar sampah sembarangan.
Kondisi udara Jakarta saat ini tidak bisa dianggap sepele.
Dengan AQI mencapai angka tidak sehat bagi kelompok sensitif, setiap individu diharapkan mengambil langkah perlindungan pribadi dan berkontribusi pada upaya kolektif mewujudkan udara yang lebih bersih dan sehat.
Baca Juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah, Masuki Masa Tenang Jelang Puncak Haji
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








