DPRD DKI Desak Solusi Konkret Atasi Tawuran Remaja: Sanksi KJP Belum Ampuh!

AKURAT.CO Tawuran antar remaja di Ibu Kota masih menjadi masalah serius yang terus berulang.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Thamrin, menegaskan bahwa pihaknya tengah mencari formulasi yang lebih efektif agar insiden serupa bisa diminimalisir.
"Kita banyak pihak yang peduli. Masyarakat juga sudah jenuh melihat tawuran seperti ini. Bahkan banyak yang merasa takut, gelisah, dan resah," ujar Thamrin di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Ia menilai, kebijakan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang terlibat tawuran belum cukup efektif sebagai efek jera.
Oleh karena itu, DPRD DKI mendorong strategi penanggulangan yang lebih konkret agar tawuran benar-benar bisa dihilangkan.
"Pemerintah sudah bagus mencabut KJP, tapi faktanya tawuran masih terus terjadi," katanya.
Thamrin pun mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat kerja sama lintas instansi, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, PPSU, lurah, dan camat. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menempatkan petugas piket di titik-titik rawan tawuran.
"Kita tahu di mana lokasi tawuran sering terjadi. Makanya di situlah perlu ditempatkan petugas piket. Sebab, call center hanya menerima laporan, bukan mencegah kejadian," tegasnya.
Sebelumnya, aksi tawuran remaja kembali terjadi di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada awal Januari 2025.
Bentrokan tidak hanya terjadi sekali, tetapi dua kali dalam satu hari.
Tawuran pertama pecah sekitar pukul 03.00 WIB, lalu selang beberapa jam, sekitar pukul 07.00 WIB, bentrokan kembali terjadi dengan lebih brutal.
Dugaan sementara, insiden ini dipicu masalah klasik, yakni saling lempar petasan saat perayaan Tahun Baru serta ejek-mengejek antar kelompok remaja dari rumah susun dan warga sekitar.
Baca Juga: Pendaftaran SNBP 2025 Dibuka Februari: Syarat, Jadwal Lengkap dan Cara Daftar di snbp.snpmb.id
Kejadian ini menjadi sorotan setelah rekaman aksi tawuran viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, kedua kelompok terlihat saling serang dengan senjata tajam, batu, dan petasan, menciptakan suasana mencekam di lokasi.
Dengan maraknya insiden tawuran, DPRD DKI Jakarta mendesak adanya langkah preventif yang lebih tegas, agar kekerasan di kalangan remaja bisa benar-benar diberantas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta









