Akurat Logo

Ibu Kota Negara Pindah, Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Bisa Bertambah

| 28 Agustus 2019, 13:45 WIB
Ibu Kota Negara Pindah, Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Bisa Bertambah

AKURAT.CO, Kepindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur membawa berbagai dampak di Jakarta, salah satuya Jakarta lebih leluasa menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Seperti diketahui, saat ini RTH di Jakarta hanya ada 15 persen dari jumlah luas seluruh wilayah. Padahal idealnya ruang terbuka hijau harus mencapai 30 persen. 

Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penambahan RTH bisa didapat dari berbagai fasitas pemerintah pusat yang ditingal menyusul pemindahan Ibu Kota Negara ini. Anies tak menyebut secara spesifik fasilitas yang ia maksud. Apakah gedung pemerintah atau fasilitas lainnya.

"Salah satu hal yang akan bermanfaat sekali bagi Jakarta adalah kita memiliki ruang hijau yang lebih banyak. fasilitas-fasilitas di lokasi strategis bisa untuk menjadi salah satu ruang terbuka hijau," kata Anies saat ditemui di GOR Matraman Jakarta Timur Rabu (28/8/2019).

Anies sendiri masih menunggu intruksi pemerintah pusat mengenai pemanfaataan fasilitas yang bakal ditinggal di Jakarta. Dia berharap berbagai fasilitas itu tak hanya disulap jadi RTH namun bisa dibuat berbagai fasilitas umum baru yang bisa dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan masyarakat.

"Nanti kita tunggu, kita berharap bahwa salah satu rencana pemanfaatan bukan untuk terbuka hijau saja, tapi juga ruang terbuka biru, artinya untuk taman, kolam, air kita berharap bisa terjadi," tegasnya.

Meski Ibu Kota Negara harus digeser ke Kalimantan Timur namun lanjut Anies Jakarta tak akan berhenti berkembang. Pembangunan di Jakarta bakal terus digenjot.

"Jakarta sendiri akan memiliki kesempatan untuk terus berkembang karena pasti ada kegiatan pembangunan tambahan, karena fasilitas yang dipakai untuk kegiatan komersial akan meningkat. perkantoran bisa bertambah," tutupnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.