Ramadan di Masjid Al-Ikhlas PIK, Menag Ajak Jamaah Maksimalkan Lailatul Qadar

AKURAT.CO Masjid Al-Ikhlas PIK, Jakarta Utara, kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan selama Ramadan.
Masjid yang berdiri megah di kawasan Pantai Indah Kapuk ini menjadi lokasi ceramah agama yang menghadirkan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di hadapan ratusan jamaah.
Sejak Senin (23/2/2026) sore, jamaah telah memadati area utama masjid.
Suasana khusyuk terasa ketika ceramah dimulai, menandai peran Masjid Al-Ikhlas PIK bukan hanya sebagai tempat ibadah harian, tetapi juga ruang pembelajaran keislaman bagi masyarakat urban.
Dalam tausiyahnya, Nasaruddin menegaskan keistimewaan Ramadan sebagai anugerah khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Ia mengaitkan kemuliaan bulan suci dengan peristiwa Isra Miraj serta kehadiran Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
“Ada satu keistimewaan yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, yaitu dikaruniai bulan suci Ramadan. Di dalamnya ada Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan,” ujar Nasaruddin.
Ia menjelaskan, secara bahasa Ramadan bermakna “pembakar” atau “penghangus”, yang mencerminkan momentum penghapusan dosa.
Puasa yang dijalankan dengan keimanan dan ketulusan akan mengantarkan seorang Muslim kembali dalam keadaan suci.
Baca Juga: Dipuji sebagai Suami Siaga, Atta Halilintar Pilih Fokus Hal Ini!
“Inilah kesempatan besar yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Menurutnya, penyebutan “seribu bulan” dalam Al-Qur’an menunjukkan derajat kemuliaan yang sangat tinggi. Pada masa turunnya Al-Qur’an, angka seribu dipahami sebagai simbol sesuatu yang sangat lama dan agung.
“Bayangkan, satu malam nilainya melebihi seribu bulan. Ini kesempatan luar biasa yang tidak dimiliki umat-umat sebelumnya dalam bentuk intensitas seperti ini,” ujar dia.
Menag juga mengajak jamaah Masjid Al-Ikhlas PIK untuk memaksimalkan sisa Ramadan dengan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperkuat iktikaf di masjid.
Ia mengingatkan agar umat tidak mudah memperdebatkan perbedaan praktik ibadah.
“Marilah kita berhusnuzan kepada Allah, aku salat witir lagi karena aku mencintai-Mu ya Allah. Enggak usah dengarkan yang lain, wah kamu bid’ah dan sebagainya, biarkan saja yang penting aku mencintai Tuhan. Apa Tuhan real memasukkan neraka hanya karena dua kali witir? No, Tuhan itu Maha Pencinta, saya kira begitu,” kata Nasaruddin.
Bagi jamaah, kehadiran ceramah tersebut memperkaya pengalaman Ramadan di Masjid Al-Ikhlas PIK. Salah seorang jamaah, Nani, mengaku mendapatkan banyak pelajaran.
“Kajian ini sangat bagus karena kita mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi dari pak menteri sebagai narasumber,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kenyamanan masjid tersebut. “Masjid Al-Ikhlas ini megah dan bagus banget deh, nyaman untuk ibadah dan insya Allah nanti ingin tarawih di sini,” sambung dia.
Dengan fasilitas yang representatif dan agenda kajian yang intensif, Masjid Al-Ikhlas PIK kian menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat aktivitas keagamaan baru di Jakarta Utara selama Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






