Ratusan Mitra Telkom Akses Gelar Aksi, Minta Tungggakan Upah Proyek Segera Dibayarkan

AKURAT.CO Ratusan pengusaha UMKM yang menjadi mitra kerja PT Telkom Akses, menggelar aksi damai di depan Gedung PT Telkom Indonesia, Jakarta Selatan. Asosiasi Pengusaha Jaringan Akses Telekomunikasi (APJATELNAS) memimpin aksi ini sebagai bentuk protes atas dua masalah krusial.
Di antaranya, penunggakan pembayaran pekerjaan yang telah selesai dan penerapan kebijakan tender STAR (Single Teritory Access Responsibility) yang mereka nilai mematikan pelaku usaha kecil.
Ketua Umum APJATELNAS, Parasian Panggabean, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi anggota mereka. Para pengusaha UMKM telah menyelesaikan pekerjaan jaringan akses telekomunikasi sesuai kontrak dan standar, namun pembayaran upah mereka tertunda hingga berbulan-bulan.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Offtaker Nasional Produk UMKM
"Kami sangat prihatin dengan kondisi para anggota kami. Mereka telah menginvestasikan modal, tenaga, dan waktu, namun Telkom Akses tidak memenuhi pembayaran yang seharusnya menjadi hak mereka. Ini jelas bertentangan dengan semangat kemitraan antara BUMN dan UMKM," kata Parasian, Jumat (12/12/2025).
Selain masalah tunggakan, APJATELNAS juga menyoroti proses Tender STAR yang saat ini PT Telkom Akses jalankan. Mayoritas anggota APJATELNAS merupakan perusahaan UMKM dan Kopegtel yang memiliki keterbatasan finansial, meski mereka berpengalaman lama dalam pekerjaan jaringan akses telekomunikasi.
APJATELNAS menilai, PT Telkom Akses tidak mematuhi prinsip-prinsip pengadaan yang sehat, seperti Transparansi, Fairness, dan Healthy Competitiveness. Mereka menemukan adanya pemenang tender yang memberikan penawaran harga tidak wajar alias terlalu rendah.
Asosiasi menegaskan, praktik tender ini merugikan anggota APJATELNAS yang mengajukan penawaran harga wajar. Mereka menyebut kebijakan STAR sebagai perwujudan praktik liberalisme di lingkungan BUMN yang mengancam keberlangsungan ekosistem UMKM, dan tidak sejalan dengan Amanah UUD 1945.
Dalam aksi damai tersebut, APJATELNAS mengajukan dua tuntutan utama kepada manajemen PT Telkom Indonesia dan PT Telkom Akses:
Baca Juga: Permudah Transaksi UMKM Jelang Harbolnas, WhatsApp Luncurkan Fitur Baru
1. APJATELNAS meminta Telkom Akses segera melunasi seluruh tagihan pekerjaan kepada mitra anggota paling lambat akhir Desember 2025, tanpa melihat progres tahap penagihan.
2. APJATELNAS menuntut evaluasi dan/atau pembatalan seluruh proses serta hasil pelaksanaan Tender STAR yang tidak sesuai prinsip pengadaan. Mereka juga meminta Amandemen pekerjaan ANTONOF (Access Network Operation & Fullfillment) diperpanjang selama satu tahun.
"Kami berharap PT Telkom dapat menyadari pentingnya keberlangsungan usaha para mitra UMKM sebagai bagian dari ekosistem bisnis yang lebih besar. Kesejahteraan UMKM mencerminkan kesehatan ekonomi bangsa kami," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri








