Kurangi Pemborosan, Masjid di Jakarta Utara Sulap Air Wudhu Jadi Air Minum

AKURAT.CO Kebutuhan air bersih yang kian mendesak mendorong lahirnya program inovatif di sejumlah masjid di Jakarta Utara.
Air wudhu yang biasanya langsung dibuang ke saluran pembuangan kini diolah kembali menjadi air siap minum.
Program ini tidak hanya mengurangi pemborosan air, tetapi juga sekaligus memberdayakan masyarakat dan memperkuat kapasitas pengurus masjid.
Ketua program, Imam Arif Rahardjo, menjelaskan, inisiatif ini hadir dari keprihatinan terhadap banyaknya air wudhu yang terbuang setiap hari. Padahal, air tersebut masih dalam kondisi bersih dan berpotensi dimanfaatkan kembali.
“Air wudhu yang setiap hari dipakai jamaah jumlahnya sangat besar. Dengan teknologi filtrasi modern, kami mengolahnya menjadi air siap minum. Selain hemat, hasilnya juga bermanfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar,” ujar Imam Arif Rahardjo di Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Program ini berjalan dengan pendekatan ganda: menghadirkan teknologi daur ulang air sekaligus memberikan pelatihan teknis dan manajerial kepada pengurus masjid serta masyarakat.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius Hari Ini 18 September 2025: Cinta, Karier, Keuangan, dan Kesehatan!
Materi pelatihan mencakup dasar pengolahan air, teknik perawatan sistem, hingga manajemen operasional agar keberlanjutan program tetap terjaga.
Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta.
Masyarakat yang sebelumnya awam kini mampu merakit, merawat, hingga mengoperasikan sistem pengolahan air sederhana hingga menengah.
“Kami tidak ingin program ini hanya berhenti di teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa mandiri menjaga sistem ini, memahami prinsip keberlanjutan, dan menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat,” tambah Imam Arif.
Selain menekan biaya operasional masjid, hasil olahan air siap minum juga bisa langsung dimanfaatkan jamaah.
Kehadiran program ini memperkuat peran masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat konservasi lingkungan dan pemberdayaan komunitas.
Ke depan, Imam Arif berharap program ini dapat diperluas ke wilayah lain.
“Target kami adalah menjadikan gerakan ini bagian dari strategi nasional konservasi air. Jika masjid bisa menjadi pionir, dampaknya akan lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya.
Baca Juga: Jenia Short Movie Competition 2025 Beri Wadah Berekspresi Lewat Karya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 4Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan
- 10Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur









