Segera Bikin Kebijakan Prorakyat Antisipasi Lonjakan PHK di Jakarta

AKURAT.CO Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masif di berbagai sektor industri menjadi masalah serius yang dihadapi Kota Jakarta.
Fenomena PHK massal tidak hanya mengganggu stabilitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan angka pengangguran serta memperburuk ketimpangan sosial.
Anggota Komisi B DPRD Jakarta Fraksi Partai Demokrat, Nur Afni Sajim, menyatakan keprihatinannya atas lonjakan PHK yang terjadi.
Baca Juga: Banyak Korban PHK Beralih Jadi Pelaku UMKM, Pemerintah Harus Beri Pendampingan
Dia memastikan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ketenagakerjaan dan iklim usaha yang ada di Jakarta.
"Pemerintah Provinsi Jakarta tidak bisa hanya berdiam diri. Tindakan strategis dan terukur yang prorakyat sangat diperlukan," katanya, kepada wartawan, Kamis (8/5/2025).
Fraksi Demokrat DPRD Jakarta mendesak pemprov untuk memperbanyak lapangan kerja yang relevan dengan perkembangan zaman. Seperti sektor digital, ekonomi kreatif, energi terbarukan serta program padat karya berbasis komunitas lokal.
Baca Juga: Pemerintah Finalisasi Satgas PHK Tekan Angka Pengangguran
Nur Afni menekankan perlunya program pelatihan ulang atau reskilling bagi pekerja yang terkena PHK. Agar mereka dapat beradaptasi dengan tuntutan pasar kerja yang semakin kompetitif.
"Kolaborasi dengan pelaku usaha, akademisi dan komunitas kewirausahaan diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang relevan dan berdampak positif," ujarnya.
Juga pentingnya membangun Balai Latihan Kerja (BLK) modern di setiap kecamatan dan kelurahan yang menyediakan pelatihan sesuai kebutuhan pasar. Termasuk keterampilan digital, seperti content creator, desain animasi dan keahlian bersertifikat lainnya.
Baca Juga: Bersama Buruh, DPR Siapkan Langkah Konkret Hadapi Ancaman PHK
Tidak hanya itu, Fraksi Demokrat DPRD Jakarta juga mendesak pemprov untuk memberikan dukungan modal dan pembinaan kepada UMKM. Sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru.
Job fair dan pelatihan kerja terintegrasi juga dianggap sebagai langkah penting untuk menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan.
"Pelayanan konseling 24 jam juga penting untuk memberikan dukungan psikologis, terutama bagi generasi Z yang terdampak PHK," kata Nur Afni.
Baca Juga: Selamatkan Ekonomi Nasional, Pimpinan Buruh Dukung Prabowo Bentuk Satgas PHK
Menurutnya, krisis PHK ini harus menjadi momentum untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman.
"Kami akan terus mengawasi kebijakan yang diambil oleh pemprov agar benar-benar berpihak pada rakyat," tutup Nur Afni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







