DPRD Kritik Penanganan Banjir Jakarta, Jauh dari Sempurna

AKURAT.CO Penanganan banjir di Jakarta mendapat sorotan tajam dari DPRD.
Kejadian yang terus berulang menggambarkan ketidakseriusan jajaran pemerintah provinsi dalam menangani persoalan tahunan tersebut.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Muhammad Idris, menilai, upaya yang dilakukan selama ini belum maksimal.
Dia mengatakan, butuh adanya kolaborasi intens antara pemerintah pusat dengan jajaran Pemprov Jakarta.
Baca Juga: Salah Perkirakan Cuaca, Pemprov DKI Akui Kecolongan Antisipasi Banjir Jakarta
Tak hanya itu, solusi jangka panjang sangat dibutuhkan agar banjir tidak terus menjadi masalah setiap tahun.
"Tidak bisa terus menerus mengandalkan pompa dan personel PJLP. Saya rasa belum maksimal," kata Idris kepada wartawan di Gedung DPRD Jakarta, Senin (3/2/2025).
Politisi Partai Nasdem itu mencontohkan, sistem pengelolaan air di negara Belanda yang dinilai lebih efektif.
Dia meminta pemprov untuk melakukan riset mendalam melibatkan pakar untuk menangani biang kerok banjir Jakarta.
Baca Juga: Banjir Rendam 34 RT dan 16 Ruas Jalan di Jakarta, Paling Banyak di Jakbar dan Jakut
"Mereka (Belanda) memiliki aliran sungai khusus untuk dipompa ke laut dan tanggul laut yang bisa mengatur keluar masuknya air," jelas Idris.
Ia juga menyoroti tantangan saat air laut pasang.
Menurutnya jika pasang tidak bisa dikendalikan, maka air tidak memiliki jalur keluar yang optimal.
"Kalau kita sudah bersihkan sampah dan sedimen di sungai serta memompa air banjir ke sungai, tetapi air laut pasang tidak bisa dikendalikan, mau lari ke mana itu air," kata Idris.
Baca Juga: Rel Terendam Banjir, Sejumlah Perjalanan Kereta Api Jakarta-Surabaya Dibatalkan
Karena itu, dia meminta dinas terkait memastikan pengendalian aliran air menuju laut agar sistem drainase berfungsi optimal.
"Kalau alirannya diatur dengan baik, maka saat Jakarta diguyur hujan, sungai akan lancar dari hulu hingga hilir," pungkas Idris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







