Akurat Logo

Ramai di Medsos, Demo di Depan Gedung MK Sudah Sepi, Netizen: Indonesia Baik-baik Saja

Arief Rachman | 22 Agustus 2024, 14:14 WIB
Ramai di Medsos, Demo di Depan Gedung MK Sudah Sepi, Netizen: Indonesia Baik-baik Saja

AKURAT.CO Demo yang digelar di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (22/8/2024) tampaknya tidak sebesar yang terlihat di media sosial.

Berdasarkan pantauan di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di samping Patung Arjuna Wijaya, jumlah massa yang hadir tidak mencapai ribuan orang seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.

Massa aksi yang hadir didominasi oleh kalangan aktivis 98 dan sejumlah akademisi yang menyuarakan demokrasi dan konstitusi.

Mereka membawa spanduk bertuliskan, “Selamatkan Demokrasi. Selamatkan Konstitusi,” dan menggelar aksi di depan Gedung MK, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Jepang Terbuka: Meski Masih Bisa Lebih Maksimal, Leo/Bagas Lolos ke 8 Besar secara Menjanjikan

Menyikapi adanya rencana demo di depan Gedung MK, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah skenario pengamanan, termasuk penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar area tersebut.

Penutupan jalan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dari Patung Kuda Arjuna, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berlangsung normal.

"Rekayasa lalu lintas diberlakukan di sekitar Patung Kuda Arjuna dan Gedung DPR/RI," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman, dalam keterangan tertulis pada Kamis (22/8/2024).

Demo di depan Gedung MK ini merupakan salah satu titik kumpul demonstran yang dipicu oleh gerakan yang pertama kali menyebar melalui media sosial.

Baca Juga: Bagaimana Cara Supaya Kasus Semacam Pem-bully-an Bisa Teratasi?

Massa datang untuk mendukung gerakan Peringatan Darurat Indonesia, yang menolak pengesahan revisi UU Pilkada.

Banyak pihak menilai keputusan DPR ini bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, di sisi lain, ada pula warganet yang menciptakan narasi tandingan di media sosial dengan menggunakan tagar dan tagline “Indonesia Baik-Baik Saja.”

Mereka berharap melalui narasi ini, masyarakat Indonesia tetap fokus pada nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Persatuan, serta menolak provokasi dari kelompok-kelompok tertentu yang berpotensi menimbulkan konflik.

Baca Juga: Ikut Demonstrasi Kawal Putusan MK, Reza Rahadian: Menyedihkan, Enggak Bisa Tenang di Rumah

"INDONESIA BAIK-BAIK SAJA ????????♥️ Ke depannya, secara umum, juga akan BAIK-BAIK SAJA. Semakin baik," tulis akun @Luke_Paath di platform X (Twitter).

"INDONESIA BAIK-BAIK SAJA! Ada yang fomo, ada yang terprovokasi oleh media, ada yang memang massa PDIP, ada dari pendukung Anies. Baiknya jangan ikut-ikutan atas apa yang terjadi, jangan mudah tersulut api, kita jaga Indonesia agar terus kondusif dan aman,” tulis akun @rafiiii_10.

Secara keseluruhan, meski aksi demo di depan Gedung MK tidak sebesar yang digambarkan di media sosial, upaya untuk menjaga stabilitas tetap menjadi fokus utama.

Narasi tandingan di dunia maya, seperti tagar “Indonesia Baik-Baik Saja,” mencerminkan harapan masyarakat agar persatuan dan keamanan tetap terjaga, meskipun ada perbedaan pandangan terhadap revisi UU Pilkada.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.