AKURAT.CO Kualitas udara di Kota Jakarta menduduki nomor dua terburuk di dunia pada Kamis (1/8/2024) pagi.
Situs pemantau kualitas udara IQAir mencatat, pada Kamis pagi besaran angka indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di urutan kedua dengan 177 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
Angka itu memiliki penjelasan kategori tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif, karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Baca Juga: Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat Viral, Ini Hukum Suami Menelantarkan Keluarganya dalam Islam
Kualitas udara kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.
Kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Baca Juga: Prabowo Siap Buka Beasiswa Besar-besaran ke Rusia, Utamakan Bidang Kedokteran
Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Kota dengan kualitas udara terburuk pertama yakni Kinshasa, Kongo, di angka 187 dan urutan ketiga Cairo City, Mesir, di angka 155.
Urutan keempat Tashkent, Uzbekistan, dengan angka 152, kemudian Dubai, Uni Emirat Arab, di angka 152 dan Medan, Indonesia, di angka 147.
Urutan ketujuh Nairobi, Kenya, di angka 142, kemudian Manama, Bahrain, di angka 134, Santiago, Cile, di angka 134, dan urutan kesepuluh ada Lahore, Pakistan, di angka 124.
Masyarakat disarankan memakai masker saat keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara yang kotor dan menyalakan penyaring udara.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah menambah dua mobil kabut air (watermist) sebagai salah satu upaya untuk menekan polusi udara di Jakarta pada 2024.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Asmara 1 Agustus 2024: Gemini Cukup Fokus pada Satu Orang
Kemudian mendapatkan sokongan dana dari Clean Air Fund melalui program Breathe Jakarta sebagai upaya meningkatkan kualitas udara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








