Akurat Logo

Tahan Banting, Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,47 Persen di Kuartal III-2026

Yosi Winosa | 5 November 2026, 19:58 WIB
Tahan Banting, Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,47 Persen di Kuartal III-2026
PDB Atas Dasar Harga Berlaku Indonesia pada kuartal III-2026 berhasil menyentuh angka fantastis, yakni Rp6.741,0 triliun

AKURAT.CO Perekonomian Indonesia terus menunjukkan taji dan daya tahan yang solid di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 tercatat tumbuh meyakinkan sebesar 5,47 persen secara tahunan.

Capaian ini menandakan akselerasi yang kuat dibandingkan periode yang sama dua tahun lalu (kuartal III-2024 sebesar 4,95 persen dan kuartal III-2025 sebesar 5,04 persen). Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ekonomi nasional tumbuh 1,59 persen, sementara pertumbuhan kumulatif hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai 5,45 persen.

Dengan laju pertumbuhan tersebut, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku Indonesia pada kuartal III-2026 berhasil menyentuh angka fantastis, yakni Rp6.741,0 triliun, atau Rp3.633,2 triliun atas dasar harga konstan 2010.

Baca Juga: Konsumsi RT dan Belanja Pemerintah Topang Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47 Persen di Kuartal III-2026

Sektor Perdagangan dan Industri Jadi Motor Utama

Dari sisi Lapangan Usaha, secara tahunan, lonjakan perekonomian Indonesia disokong kuat oleh sektor Penyediaan Akomodasi & Makan Minum yang tumbuh 11,22 persen, didorong oleh peningkatan hunian kamar hotel dan konsumsi masyarakat di rumah makan dan restoran.

Lalu Jasa Keuangan yang tumbuh 8,47 persen, didorong oleh peningkatan intermediasi perbankan yang didukung oleh optimalisasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial. Jasa Lainnya juga tumbuh 8,32 persen didorong oleh peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan jumlah perjalanan wisatawan nusantara.

Dari porsi kontribusi, 5 lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi adalah Industri Pengolahan (kontribusi 19,22% tumbuh 5,87%), Pertanian (kontribusi 13,46% tumbuh 0,46%), Perdagangan (kontribusi 13,24% tumbuh 7,14%), Konstruksi (kontribusi 10,20% tumbuh 6,42%), dan Pertambangan (kontribusi 9,19% tumbuh 0,91%).

Industri pengolahan menyumbang sekitar 1,2% dari total pertumbuhan 5,47% pada kuartal III-2026, menjadi sektor dengan sumber pertumbuhan terbesar pada perekonomian.

Jika dirinci lagi, industri pengolahan atau manufaktur RI pada kuartal III-2026 tumbuh didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri. Dari subsektornya, Industri Makanan dan Minuman tumbuh 7,09% didukung oleh meningkatnya ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan turunan CPO serta peningkatan pemanfaatan CPO di dalam negeri untuk produksi biodiesel.

Lalu Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional tumbuh 8,10% didorong oleh peningkatan produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) seiring berlakunya mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026, serta peningkatan produksi pupuk menjelang musim tanam.

Lantas Industri Logam Dasar tumbuh 9,94% didorong oleh peningkatan ekspor logam dasar bukan besi dan baja seperti katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.