Akurat Logo

Investasi Hilirisasi Rp 300 Triliun, Pengusaha Lokal Kebagian Peluang?

Esha Tri Wahyuni | 13 Oktober 2026, 07:50 WIB
Investasi Hilirisasi Rp 300 Triliun, Pengusaha Lokal Kebagian Peluang?
Investasi hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun pada semester I 2026. Pemerintah menyoroti keterlibatan UMKM dan pengusaha lokal dalam rantai pasok industri nasional. - Dok. Kemenko Ekonomi

AKURAT.CO Pemerintah menyoroti belum optimalnya keterhubungan antara investasi skala besar dengan pengusaha lokal, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Padahal, investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi nasional, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperluas penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo mengatakan, Indonesia perlu memperkuat keterhubungan antara investor besar dan pelaku usaha yang lebih kecil agar manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih luas.

Baca Juga: Gandeng Kemenko Ekonomi, Shipper Semarakkan Hari UMKM Nasional 2022

“Peluang usaha tersebar luas dan Indonesia perlu menjadi basis produksi, tapi bukan sekadar pasar. Yang perlu kita benahi adalah link antara investasi besar dengan investasi yang menengah dan pelaku usaha kecil dan mikro. Memang tampaknya linkage antar skala dan antar industri ini kita masih banyak PR yang perlu kita perbaiki bersama,” ujar Dradjad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sorotan di tengah besarnya investasi yang masuk ke sektor hilirisasi. Pada semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun atau tumbuh 6,9%. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 29,7% terhadap total investasi nasional.

Besarnya realisasi investasi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat industri dalam negeri. Namun, pemerintah juga perlu memastikan investasi dapat terhubung dengan rantai pasok domestik, sehingga pelaku usaha lokal memiliki kesempatan menjadi pemasok barang maupun jasa bagi industri berskala besar.

Baca Juga: Kemenko Ekonomi Harap Transformasi Digital Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Keterhubungan itu juga berpotensi membuka ruang bagi pengusaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja. Tanpa hubungan usaha yang memadai, pelaku usaha kecil berisiko tidak memperoleh manfaat secara optimal dari ekspansi industri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.