Daulat Energi Soroti Kinerja Komisaris PLN Usai Blackout Berulang

AKURAT.CO Koordinator Daulat Energi melontarkan kritik terhadap kinerja Dewan Komisaris PT PLN (Persero) menyusul serangkaian peristiwa pemadaman listrik menyeluruh atau blackout yang disebut terjadi berulang dalam kurun waktu 2 Mei 2025 hingga 22 Mei 2026.
Menurut kelompok tersebut, gangguan kelistrikan berulang dinilai berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, kegiatan ekonomi, hingga layanan publik di berbagai wilayah.
Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi menilai fungsi pengawasan yang menjadi tugas Dewan Komisaris belum berjalan optimal sesuai mandat regulasi.
Daulat Energi Pertanyakan Fungsi Pengawasan Komisaris PLN
Ridwan Hanafi menyebut Dewan Komisaris memiliki tanggung jawab penting dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan sebagaimana diatur dalam regulasi terkait BUMN dan perseroan terbatas.
Menurutnya, berulangnya gangguan layanan kelistrikan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan yang dilakukan jajaran komisaris.
"Kami mempertanyakan secara terbuka: apa saja yang telah dikerjakan oleh sepuluh anggota Dewan Komisaris PT PLN ini? Negara memberikan tunjangan, fasilitas operasional, dan gaji yang bernilai ratusan juta rupiah setiap bulannya, namun hingga kini tidak terlihat dampak positif maupun hasil pengawasan yang nyata untuk mencegah gangguan layanan yang berulang ini. Anggaran besar yang disediakan negara seolah-olah tidak memberikan manfaat apa pun bagi perbaikan kinerja perusahaan,” ujar Ridwan Hanafi.
Daulat Energi juga menilai posisi strategis PLN sebagai penyedia layanan kelistrikan nasional membutuhkan tata kelola yang kuat serta pengawasan yang akuntabel.
Kelompok tersebut menekankan bahwa perusahaan pelat merah di sektor energi harus dikelola berdasarkan kompetensi, integritas, dan orientasi pelayanan publik.
Usulkan Audit Independen untuk Evaluasi PLN
Dalam pernyataannya, Daulat Energi meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan pembentukan tim audit independen nasional.
Tim tersebut diusulkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyebab pemadaman listrik berulang sekaligus mengevaluasi kinerja Direksi, Dewan Komisaris, hingga manajemen PLN dan anak usahanya.
Menurut Daulat Energi, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan tata kelola perusahaan ke depan.
Hingga pernyataan ini disampaikan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak PT PLN (Persero) terkait kritik yang disampaikan Daulat Energi dalam keterangan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




