Bank Sentral Jepang Sinyalkan Kenaikan Suku Bunga Lagi, Pasar Waspadai Inflasi Energi

AKURAT.CO Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ), kembali memberi sinyal akan melanjutkan kenaikan suku bunga jika proyeksi ekonomi dan inflasi tetap sesuai target.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif BOJ, Koji Nakamura, dalam sidang parlemen pada Jumat waktu setempat, di tengah meningkatnya tekanan global akibat perang Iran yang mendorong kenaikan harga energi.
Nakamura menegaskan bahwa kebijakan moneter ke depan akan tetap bergantung pada data ekonomi terbaru.
Baca Juga: Jaga Pertumbuhan Upah, Bank Sentral Jepang Pilih Pertahankan Kebijakan Moneter Ultra Longgar
“Jika proyeksi ekonomi dan harga kami terwujud, kami kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga,” ujarnya dikutip dari Reuters, Sabtu (4/4/2026).
Dirinya menambahkan bahwa waktu dan besaran kenaikan akan ditentukan berdasarkan kondisi ekonomi, inflasi, serta stabilitas pasar keuangan.
Pernyataan ini memperkuat sikap hawkish BOJ dalam beberapa pekan terakhir.
Pasar bahkan telah memperhitungkan sekitar 70% probabilitas kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Saat ini, suku bunga acuan jangka pendek Jepang berada di level 0,75%, tertinggi dalam 30 tahun terakhir setelah BOJ mengakhiri kebijakan stimulus besar-besaran pada 2024.
Dari sisi data, tekanan inflasi di Jepang mulai meningkat seiring lonjakan harga minyak global. Jepang yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah menghadapi risiko besar akibat gangguan pasokan.
Selain itu, pelemahan yen lebih dari 2% terhadap dolar AS sejak konflik Iran pecah semakin memperparah biaya impor.
Baca Juga: Bank Sentral Jepang Pertahankan Suku Bunga dan Kebijakan Moneternya
Survei terbaru dari lembaga riset Teikoku Databank menunjukkan sentimen bisnis Jepang memburuk pada Maret 2026. Penurunan terjadi di seluruh 10 sektor industri, termasuk transportasi, ritel, manufaktur mesin, dan semikonduktor.
Ini menjadi pertama kalinya sejak September 2023 seluruh sektor mengalami penurunan secara bersamaan.
Salah satu pelaku industri dalam survei tersebut menyebut, “Lonjakan harga minyak mentah telah mendorong kenaikan biaya input secara luas, sementara arus distribusi barang melambat.” Kondisi ini menandakan tekanan biaya mulai merembet ke sektor riil.
Survei terpisah juga menunjukkan perlambatan sektor jasa ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, dengan tingkat kepercayaan bisnis turun ke posisi terlemah sejak pandemi 2020.
Data ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi Jepang masih rapuh di tengah tekanan eksternal.
Secara historis, BOJ dikenal sebagai bank sentral dengan kebijakan moneter ultra-longgar selama lebih dari satu dekade untuk mendorong inflasi ke target 2%.
Namun sejak 2024, bank sentral mulai melakukan normalisasi kebijakan dengan menaikkan suku bunga secara bertahap seiring membaiknya inflasi domestik.
Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, sebelumnya juga menegaskan bahwa ruang untuk kenaikan suku bunga tetap terbuka selama inflasi dapat bertahan di kisaran target.
Dalam konteks saat ini, kenaikan harga energi dinilai dapat mempercepat inflasi, namun juga berisiko menekan pertumbuhan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja









