Jawab Kritik JK Soal WFH ASN dan Swasta Tak Efektif, Stafsus Wapres: Tak Menurunkan Produktivitas dan Layanan Publik

AKURAT.CO Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto menilai masukan Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla soal kebijakan WFH tak efektif mengurai isu krisis energi kurang tepat.
Pasalnya, kebijakan yang diambil pemerintah khususnya WFH merupakan langkah taktis jangka pendek dan quick relief untuk menekan konsumsi BBM harian, tanpa sedikit pun mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik.
Krisis energi yang dihadapi dunia termasuk Indonesia saat ini, lanjut Nico, diurai dengan cepat tanpa mengorbankan stabilitas perekonomian nasional, sembari terus membangun kedaulatan energi masa depan.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi XII DPR Dorong Elektrifikasi di Tengah Krisis Energi
"Solusi fundamental pemerintah sesungguhnya ada pada transisi energi dalam jangka menengah dan panjang. Seperti mempercepat ekosistem kendaraan listrik, transisi bioenergi B50, hingga memperkuat infrastruktur dan produksi BBM domestik," ujar Nico dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Sebelumnya JK menilai kebijakan WFH ASN dan swasta tak efektik menekan konsumsi energi, mengingat mayoritas aktivitas perkantoran lebih banyak mengkonsumsi energi listrik seperti lampu dan AC.
Listrik di Indonesia sendiri masih dominan diproduksi oleh PLTU yang berbahan bakar batu bara yang notabene Indonesia surplus. "Jadi tidak ada hubungannya sebenarnya untuk penghematan BBM di situ," ujar JK.
Sebaliknya, JK Menilai kebijakan WFH ASN dan Swasta justru mengarah pada penurunan produktivitas.
"Layanan pemerintah itu besar sekali. Apalagi kalau masih diminta pengusaha lagi, bagaimana penjualan, bagaimana produksi? Akan turun. Itu bahayanya. Nah, jangan kita mendidik, mengajar, memberikan budaya kalau ada masalah suruh istirahat, jangan," kata JK.
Menurut JK, dalam kondisi krisis, masyarakat harus dibuat lebih produktif. "Pabrik-pabrik harus bekerja betul, pegawai atau karyawan harus bekerja dengan betul untuk mengatasi masalah ini. Jangan pulang ke rumah," ujar JK.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








