Jutaan Lapangan Kerja Disiapkan, Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai angka 8 persen.
Salah satu strategi utama yang diandalkan adalah memperluas penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor.
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah program prioritas untuk mendorong penyerapan tenaga kerja, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga pembangunan satu juta rumah.
Prabowo menyoroti besarnya dampak program MBG terhadap penyerapan tenaga kerja.
Ia menjelaskan bahwa pada tahap puncak, program ini akan didukung sekitar 30 ribu dapur, yang masing-masing mempekerjakan 50 orang.
“Artinya sudah menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja,” ujarnya dalam wawancara bersama pakar dan jurnalis di Hambalang, Senin (23/3/2026).
Tak hanya itu, setiap dapur juga melibatkan rantai pasok dari para pemasok bahan pangan yang diperkirakan mampu menyerap tambahan hingga 1,5 juta tenaga kerja.
Selain MBG, pemerintah juga mengandalkan program Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa.
Dengan target pembentukan 80 ribu koperasi dan estimasi 18 tenaga kerja di setiap unit, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.
Di sektor kelautan, Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan sepanjang 2026.
Baca Juga: Momentum Idulfitri Pererat Kebersamaan demi Indonesia yang Lebih Baik
“Kita sudah membuat proyek percontohan di Biak. Penghasilan nelayan meningkat rata-rata 60 hingga 80 persen,” kata Prabowo.
Program tersebut, lanjutnya, tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Sementara itu, pembangunan satu juta rumah disebut menjadi salah satu motor terbesar dalam penciptaan lapangan kerja.
Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima tenaga kerja, sehingga totalnya berpotensi menyerap hingga 5 juta pekerja, belum termasuk dampak lanjutan pada sektor industri pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas.
Prabowo optimistis, kombinasi berbagai program tersebut akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya yakin ketika ini berjalan, pertumbuhan ekonomi bisa melampaui 8 persen,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









