Pasar Tenaga Kerja Jepang Stabil di Tengah Lonjakan Inflasi
Demi Ermansyah | 29 November 2024, 14:56 WIB

AKURAT.CO Meski inflasi di Tokyo melonjak hingga 2,2% pada November, pasar tenaga kerja Jepang tetap menunjukkan stabilitas. Mengacu kepada data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa rasio lapangan kerja terhadap pelamar naik menjadi 1,25.
Meskipun tingkat pengangguran sedikit meningkat dari 2,4% menjadi 2,5%. Hal ini mencerminkan permintaan tenaga kerja masih cukup kuat, meski tekanan inflasi terus meningkat.
Lonjakan inflasi dipicu oleh pengurangan subsidi energi yang dilakukan pemerintah, ditambah dengan kenaikan harga pangan. Namun, pasar tenaga kerja yang relatif ketat menjadi sinyal positif bahwa ekonomi Jepang masih berada pada jalur pemulihan.
Lonjakan inflasi dipicu oleh pengurangan subsidi energi yang dilakukan pemerintah, ditambah dengan kenaikan harga pangan. Namun, pasar tenaga kerja yang relatif ketat menjadi sinyal positif bahwa ekonomi Jepang masih berada pada jalur pemulihan.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa daya serap tenaga kerja tetap solid, meskipun tekanan inflasi mempengaruhi daya beli masyarakat," kata Taro Kimura, seorang ekonom senior di Tokyo melalui lansiran Bloomberg, Jumat (29/11/2024).
Indikator lain yang turut mendukung adalah kenaikan produksi industri sebesar 3% pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya.
Indikator lain yang turut mendukung adalah kenaikan produksi industri sebesar 3% pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya.
Namun, ada kekhawatiran bahwa momentum ini akan melambat, terutama dengan adanya hambatan baru berupa kebijakan tarif dari Presiden terpilih AS, Donald Trump. Produksi pabrik diperkirakan akan turun 2,2% pada November dan 0,5% pada Desember, menurut proyeksi Kementerian Industri.
Bank of Japan kini berada di bawah tekanan untuk menentukan kebijakan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Desember. Dengan inflasi yang terus berada di atas target 2% selama lebih dari dua tahun, spekulasi mengenai kenaikan suku bunga semakin kuat.
Bank of Japan kini berada di bawah tekanan untuk menentukan kebijakan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Desember. Dengan inflasi yang terus berada di atas target 2% selama lebih dari dua tahun, spekulasi mengenai kenaikan suku bunga semakin kuat.
Bahkan, lebih dari 80% ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi BOJ akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25% pada Januari mendatang. Untuk mengantisipasi dampak inflasi lebih lanjut, Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengumumkan rencana paket stimulus yang mencakup pengembalian subsidi energi mulai Januari.
Langkah ini bertujuan untuk meringankan beban konsumen sambil tetap menjaga stabilitas ekonomi. Ishiba juga berencana mengajukan anggaran tambahan yang diharapkan dapat disetujui oleh kabinet dalam waktu dekat.
Kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil memberikan harapan bahwa Jepang masih memiliki daya tahan menghadapi tekanan ekonomi global. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan momentum inflasi terkendali tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi yang mulai menunjukkan pemulihan moderat.
Kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil memberikan harapan bahwa Jepang masih memiliki daya tahan menghadapi tekanan ekonomi global. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan momentum inflasi terkendali tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi yang mulai menunjukkan pemulihan moderat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







