AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong sinergi antara pemerintah dan pengusaha dalam rangka memperkuat iklim investasi yang baik sehingga dapat berdampak pada perekonomian daerah-daerah di Indonesia.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jawa Timur, Eddy Widjanarko menyatakan investasi oleh investor asing dan lokal dapat memberi peluang usaha dan penciptaan tenaga kerja. “Ini harus terus ditingkatkan dan ini bergantung pada hubungan tripartite yang melibatkan sinergi pemerintah, pengusaha, serta pekerja,” katanya di Surabaya, dikutip Selasa (27/8/2024).
Eddy menuturkan sejauh ini APINDO telah berperan sebagai mitra dalam katalis penggerak ekonomi melalui berbagai aspek mulai dari upah dan produktivitas serta membentuk iklim investasi yang kondusif.
Baca Juga: RUU Pilkada Rusak Iklim Investasi dan Ekonomi
Ia menjelaskan hal krusial yang menjadi salah satu penentu pembentukan iklim investasi yang baik adalah adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Menurutnya, regulasi adalah kunci produktivitas sehingga regulasi yang diterbitkan harus mendukung iklim investasi dan pada akhirnya akan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Apindo pun menyoroti perbaikan iklim usaha di Indonesia termasuk beberapa catatan yang bisa menjadi tantangan izin usaha setelah terbitnya beberapa regulasi. Regulasi yang dimaksud di antaranya adalah UU Cipta Kerja, Undang-undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD), serta beragam Peraturan Daerah (Perda) yang menghambat investasi di daerah.
Sementara untuk menyinergikan keinginan para pengusaha dengan regulasi pemerintah maka APINDO menyelenggarakan Rakerkonas APINDO XXXIII yang tahun ini akan berlangsung di Samator Novotel East, Surabaya, pada 28-30 Agustus 2024. Rakerkonas APINDO XXXIII itu menghadirkan sederet pemerintah mulai dari Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah dan Menteri Investasi RI, Rosan Roeslani.
“Tantangan dan persoalan izin usaha tersebut menjadi sorotan dalam Rakerkonas APINDO XXXIII,” ujarnya.
Rakornas bertema Sinergi Pengusaha dan Pemerintah: Memastikan Kualitas Sinergi dan Peran Birokrasi dalam Memperlancar Kegiatan Usaha ini pun turut melibatkan pelaku UMKM. Wakil Ketua Bidang UMKM APINDO Jawa Timur dan Sie Pameran dan Sponsorship Rakerkonas, Bagus Raka mengatakan kegiatan UMKM dalam Rakerkonas APINDO XXXIII bertujuan untuk mendorong mereka agar mampu naik kelas.
Nantinya dalam Rakornas tersebut, UMKM dapat terlibat dalam seminar serta pelatihan hasil kolaborasi APINDO dan dunia pendidikan seperti mengenai tata kelola keuangan, perpajakan, operasional usaha, digital marketing, hingga upaya menembus pasar ekspor. “APINDO Expo dan UMKM Fair ini diikuti 42 anggota yang terdiri dari sponsor dan lembaga yang memiliki inkubator. Kegiatan ini juga mendukung program pemerintah terkait 30 juta pelaku UMKM untuk beralih ke ranah digital hingga akhir tahun,” kata Bagus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









