Akurat Logo

Belanja Pemerintah Melambat di Kuartal ll-2024, Airlangga: Kita Mendorong Kegiatan Lain

Demi Ermansyah | 6 Agustus 2024, 09:50 WIB
Belanja Pemerintah Melambat di Kuartal ll-2024, Airlangga: Kita Mendorong Kegiatan Lain

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perlambatan konsumsi pemerintah pada kuartal II-2024 disebabkan karena pemerintah yang lebih berfokus pada belanja di luar sektor pemerintahan.

Berbeda dengan kuartal I-2024 dimana pertumbuhan konsumsi pemerintah tercatat sebesar sebesar 19,9%, lebih tinggi dibandingkan di kuartal II-2024 sebesar 1,42%. Ia menilai tingginya konsumsi pemerintah pada kuartal I-2024 dikarenakan adanya berbagai belanja berupa pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), gaji ASN, hingga pemilihan umum (Pemilu).

“Tentu kita lihat ada beberapa hal yaitu tentunya kita ada waktu itu ada pembayaran THR, gaji, dan juga kita lihat bahwa belanja yang di kuartal pertama kan digenjot dengan pembagian DIPA di bulan November, jadi di-upload APBN belanjanya,” kata Airlangga saat konferensi bersama media di Jakarta, Senin (5/8/2024).

Baca Juga: BPS Sebut Konsumsi RT Melambat Karena Dua Sektor Ini Anjlok

Sementara di kuartal II-2024, ia mengatakan bahwa Pemerintah berfokus untuk menggerakkan belanja di luar sektor pemerintah.

“Karena kontribusi pemerintah dan dari segi belanjanya hanya 7 persen dari total PDB kita. Sehingga kita mendorong kegiatan-kegiatan lain yang diutamakan,” ujar Airlangga.

Adapun pada kuartal II-2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 1,42% dengan distribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 7,31%.

Secara keseluruhan, BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2024.

BPS menyatakan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, termasuk pada kuartal II-2024.

“Komponen konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 54,53 persen, tumbuh kuat 4,93 persen. Hal ini mengindikasikan masih cukup kuatnya permintaan domestik dan daya beli masyarakat,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Moh. Edy Mahmud di Jakarta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.