Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat ke 5,05 Persen di Kuartal II-2024

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 tetap stabil di angka 5,05%, melambat dari kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,11% maupun tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,17%.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa kondisi bisnis dan ekonomi global pada kuartal II-2024 menunjukkan stabilitas. IMF pada Juli 2024 memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan tetap stabil sepanjang tahun ini.
Selanjutnya, Edy Mahmud menambahkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diperkirakan melambat dibandingkan 2023, angka ini masih lebih tinggi daripada rata-rata global. Berdasarkan data PMI Global, aktivitas bisnis global selama kuartal II-2024 berada dalam zona ekspansi, menandakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2024 Lampaui 5 Persen
Menurut Edy, pertumbuhan ekonomi di beberapa negara mitra dagang utama Indonesia menunjukkan perbedaan. China misalnya, mencatat pertumbuhan sebesar 4,7% pada kuartal II-2024, mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.
Edy juga menyebutkan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 50 bulan berturut-turut, meskipun harga komoditas ekspor mengalami fluktuasi. Komoditas unggulan seperti CPO dan batubara menunjukkan peningkatan pada kuartal II-2024.
Dari segi domestik, perekonomian pada kuartal II-2024 didorong oleh kegiatan ekonomi yang terjaga. Hal ini terlihat dari PMI yang tetap berada di zona ekspansi dengan nilai 51,97%. Realisasi investasi domestik dan asing juga meningkat sebesar 22,47%, sementara belanja barang modal oleh pemerintah serta impor barang modal juga menunjukkan pertumbuhan positif.
"Daya beli masyarakat tetap terjaga, tercermin dari pertumbuhan indeks penjualan ritel sebesar 1,14 persen secara tahunan atau yoy dan penjualan sepeda motor domestik sebesar 4,21 persen yoy. Selain itu, mobilitas masyarakat meningkat, ditunjukkan dengan kenaikan jumlah penumpang pada semua moda transportasi," katanya dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada kuartal II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun berdasarkan harga berlaku, dan Rp3.231 triliun berdasarkan harga konstan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,05% secara year-on-year dibandingkan kuartal II-2023, dan tumbuh 3,79% secara kuartal-to-kuartal dibandingkan kuartal I-2024.
"Dengan dukungan aktivitas ekonomi domestik yang kuat, perekonomian Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,08% di sepanjang semester I-2024," tukas Edy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








