Akurat Logo

Penjualan Rumah Baru di AS Anjlok

Demi Ermansyah | 28 Juni 2024, 15:14 WIB
Penjualan Rumah Baru di AS Anjlok

AKURAT.CO Sektor penjualan rumah di Amerika Serikat dikabarkan alami penurunan tajam pada bulan Mei. Usut punya usut penurunan tajam tersebut terjadi akibat harga jual rumah serta suku bunga KPR yang tetap tinggi membuat calon pembeli menunda pembelian.

Melansir dari Bloomberg, beberapa waktu lalu pemerintah AS merilis data dimana menunjukkan bahwa penjualan rumah keluarga tunggal baru turun 11,3% menjadi angka tahunan 619.000 unit bulan lalu, angka terendah sejak November. Bahkan menurut beberapa ekonom memprediksi penjualan sebesar 633.000 unit.

Laju penjualan sekarang berada di kisaran terendah yang terlihat sepanjang tahun ini, menunjukkan keterbatasan momentum di tengah harga yang kurang terjangkau. Suku bunga KPR turun di bawah 7% pada pertengahan Juni untuk pertama kalinya sejak akhir Maret, tetapi masih lebih dari dua kali lipat dari tingkat pada akhir tahun 2021.

Baca Juga: Perdagangan ASEAN Bergeser dari China ke AS

Harga yang tinggi telah menakuti banyak pembeli, tetapi peningkatan inventaris membantu keterjangkauan secara bertahap. Harga jual median rumah baru turun 0,9% dari tahun lalu menjadi USD417.400 pada bulan Mei. Pada saat yang sama, persediaan rumah yang tersedia meningkat menjadi 481.000 unit, yang tertinggi sejak 2008.

Melihat hal tersebut, perusahaan kontraktor Amerika Serikat, Lennar Corp dan KB Home mencoba mengatasi tantangan keterjangkauan dengan menurunkan suku bunga KPR pelanggan atau menawarkan potongan harga. Diharapkan melalui strategi ini dapat menjaga pesanan tetap penuh. Kedua perusahaan melaporkan peningkatan laba pada kuartal kedua yang baru saja mereka selesaikan.

Data terbaru menunjukkan permintaan keseluruhan untuk perumahan meningkat bulan ini. Indeks permohonan pembelian rumah dari Mortgage Bankers Association naik selama tiga minggu terakhir ke level tertinggi sejak awal Februari.

Dalam jangka panjang, AS masih kekurangan rumah baru, kata Ketua Lennar Stuart Miller pekan lalu dalam laporan pendapatan, menyebutkan "lebih dari satu dekade kekurangan produksi."  Sementara itu, pasokan rumah bekas tetap jauh dibawah level pra-pandemi, terhambat oleh biaya pinjaman yang tinggi yang membuat penjual enggan mendaftarkan properti mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.