Akurat Logo

Bank Dunia Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 ke 2,6 Persen

Demi Ermansyah | 12 Juni 2024, 11:44 WIB
Bank Dunia Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 ke 2,6 Persen

AKURAT.CO Bank Dunia kembali menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini karena ekspansi AS yang kuat, sembari memperingatkan bahwa perubahan iklim, perang, dan utang yang tinggi akan merugikan negara-negara miskin yang menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduk dunia.

Bank ini menaikkan proyeksinya menjadi 2,6% dari perkiraan 2,4% di Januari, menurut laporan Global Economic Prospects yang dirilis Selasa (11/6/2024). World Bank mau tidak mau pada akhirnya mempertahankan proyeksi tahun 2025 tidak berubah di angka 2,7%.

Sebagian besar peningkatan ini berasal dari Bank Dunia yang menaikkan proyeksi pertumbuhan AS menjadi 2,5% dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,6%. Namun, negara-negara di Afrika Sub-Sahara, Timur Tengah, dan Afrika Utara mengalami pemangkasan estimasi.

Baca Juga: Menkeu Optimis Pertumbuhan Ekonomi Global Membaik Meski Ada Eskalasi Konflik Timur Tengah

Meskipun jalur pertumbuhan saat ini lebih rendah daripada sebelum pandemi virus corona, dan untuk negara-negara dengan ekonomi terkecil dan termiskin, keadaan tidak terlihat baik dari segi stabilitas maupun pertumbuhan. Tingkat inflasi global diperkirakan akan turun menjadi 3,5% tahun ini dan 2,9% pada tahun 2025, tetapi turun lebih lambat dari yang diproyeksikan pada Januari.

Hal ini menandakan bahwa banyak bank sentral akan tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga, yang mungkin akan tetap tinggi menurut standar sebelum pandemi, dengan rata-rata sekitar 4% pada tahun 2025 hingga 2026.

"Tak hanya itu saja, kami juga menyoroti risiko-risiko yang dihadapi negara-negara akibat lemahnya perdagangan global," tulis laporan Bank Dunia dikutip Rabu (12/6/2024).

Meskipun pertumbuhan perdagangan akan meningkat sedikit tahun ini dari kemandekan tahun lalu, Bank Dunia memperkirakan bahwa tahun 2024 akan menjadi akhir dari setengah dekade terburuk dalam pertumbuhan perdagangan sejak tahun 1990-an.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.