Akurat Logo

Pasar Merespons Positif Putusan MK, Rupiah Nanjak 23 Poin ke Rp16.237

M. Rahman | 22 April 2024, 15:00 WIB
Pasar Merespons Positif Putusan MK, Rupiah Nanjak 23 Poin ke Rp16.237

AKURAT.CO Rupiah menguat pada Senin, 2 April usai MK memutuskan untuk menolak gugatan pilpres paslon 01 atau Anies-Muhaimin.

Pada Senin siang, pukul 14.45 WIB rupiah terpantau menguat 23 poin ke Rp16.237, berdasarkan data Bloomberg. Rupiah sempat menguat 52,5 poin atau 0,32% dari perdagangan sebelumnya pada pagi tadi. 

Di saat yang sama atau pagi tadi, mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Baht Thailand melemah 0,31%, peso Filipina menguat 0,12%, won Korea Selatan menguat 0,06%, dan yuan China melemah 0,04%, serta dolar Singapura menguat 0,07%.

Lalu, yen Jepang menguat 0,01%, dan dolar Hong Kong terpantau melemah 0,01% . Sementara, mayoritas mata uang utama negara maju juga berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,10%, poundsterling Inggris menguat 0,15%, dan dolar Australia menguat 0,53%. Dolar Kanada juga menguat 0,23%. Sedangkan, franc Swiss melemah 0,02%.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan sesuai dengan prediski rupiah menguat sempat menguat 50 poin lebih meski saat ini penguatannya turun di 23 poin.

Baca Juga: Stabilitas Rupiah Lintas Zaman

Salah satu pendorongnya adalah data neraca perdagangan RI yang surplus di Maret 2024, sejalan dengan ekspektasi para analis yang menaksir kinerja ekspor impor akan tertopang dengan China yang menjadi salah satu mitra dagang pendorong surplus neraca perdagangan.

"Kedua, putusan MK. Kami ekonom percaya bahwa MK tak akan mendiskualifikasi kemenangan paslon 02, paling hanya wilayah-wilayah mana yang terjadi kecurangan sehingga ada kemungkinan terjadi pemilihan ulang sesuai dengan prediksi para analis," ujar Ibrahim kepada awak media, Senin (22/4/2024).

Lalu juga kondisi geopolitik di Timur Tengah yang sedikit mereda pekan ini. Pemerintah di sisi lain otimistis bahwa dampak ekonomi global yang mengakibatkan ketidakpastian terkait penurunan suku bunga The Fed atau FFR dan meningkatknya ketegangan Timur Tengah tak akan berdampak besar ke ekonomi Indonesia.

Hal ini karena ditopang kebijakan monter dan fiskal yang prudent dan koordinasi erat BI dengan pemerintah, sehingga wajar dalam kondisi sekarang rupiah mengalami penguatan.

"BI juga terus melakukan operasi moneter yang pro market dan terintegrasi dengan pendalaman pasar uang yang juga mendukung ketahan eksternal ekonomi Indonesia. Perdagangan di DN (pasar uang dalam negeri) juga terus naik signifikan terutama valas dan obligasi. Kemungkinan besar di pekan ini penguatan rupiah cukup tinggi. Bisa saja rupiah akan di bawah Rp16.000 pekan ini jika ketegangan tensi geopolitik di Timur Tengah mereda," ujarnya.

Asal tahu, meski menolak gugatan paslon 01, sejumlah hakim MK juga memberikan dissenting opinion yakni Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, dan Arief Hidayat.

Putusan secara keseluruhan diambil oleh delapan hakim MK yakni Suhartoyo, Saldi Isra, Arief Hidayat, Enny Nurbaningsih, Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, Guntur Hamzah, Ridwan Mansyur, dan Arsul Sani.
 
Dalam persidangan tersebut sejumlah hal disorot termasuk bansos yang disebut dipolitisasi untuk kepentingan elektoral paslon 02 Prabowo-Gibran, permasalahan dalam putusan 90 MK yang menjadi karpet merah Gibran maju sebagai cawapres di umur 36 tahun, hingga soal intervensi lembaga kepresidenan.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa