Akurat Logo

Rupiah Berbalik Menguat 41 Poin ke Rp16.179, BI Intervensi Pasar?

M. Rahman | 18 April 2024, 18:36 WIB
Rupiah Berbalik Menguat 41 Poin ke Rp16.179, BI Intervensi Pasar?

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 41 poin ke level Rp16.179 pada perdagangan Kamis, 18 April 2024.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditopang sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, para pedagang menilai prospek suku bunga AS setelah komentar dari pejabat Federal Reserve yang memperkuat ekspektasi bahwa pengaturan moneter akan tetap ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.

Pasar memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed sebesar 44 basis poin tahun ini, jauh lebih rendah dari perkiraan awal tahun sebesar 160 bps, dengan bulan September menjadi titik awal terbaru dari siklus pelonggaran, CME FedWatch Tool menunjukkan.

"Para pedagang sebelumnya memperkirakan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni namun serangkaian data termasuk indeks harga konsumen (CPI) dan penolakan dari para bankir bank sentral telah mengubah ekspektasi tersebut," ujar Ibrahim dikutip Kamis (18/4/2024).

Baca Juga: Ini Pihak yang Paling Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah

Aktivitas ekonomi AS sedikit meningkat dari akhir Februari hingga awal April dan perusahaan-perusahaan mengisyaratkan mereka memperkirakan tekanan inflasi akan tetap stabil, menurut survei Federal Reserve pada hari Rabu.

Gubernur Fed Michelle Bowman pada hari Rabu mengatakan kemajuan dalam perlambatan inflasi AS mungkin terhenti, dan masih menjadi pertanyaan apakah suku bunga cukup tinggi untuk memastikan inflasi kembali ke target 2% The Fed.

Sementara itu, pengambil kebijakan di Bank Sentral Eropa (ECB) terus menyarankan penurunan suku bunga pada bulan Juni pada hari Selasa karena inflasi masih berada pada jalur untuk turun kembali ke 2% pada tahun depan, meskipun jalur harga masih bergelombang.

Sentimen Internal  

Dari internal, Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) menunjukkan kinerja penjualan eceran pada Maret 2024 diperkirakan tetap kuat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode Ramadan. dan tercatat sebesar 222,8 atau tumbuh 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Berdasarkan kelompoknya, sebagian kelompok tercatat meningkat, antara lain subkelompok sandang sebesar 5,9% yoy, kelompok suku cadang dan aksesori 12,0% yoy, serta bahan bakar kendaraan bermotor 13,2% yoy. 

Secara bulanan, penjualan eceran diperkirakan meningkat dengan pertumbuhan sebesar 4,1% mtm lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 1,7% mtm.  Hal tersebut,  sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat saat bulan Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional [HBKN] Idulfitri, serta program potongan harga.

Seluruh kelompok berada pada fase ekspansi, dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 13% mtm, diikuti subkelompok sandang 11,1%, dan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya 6,1% mtm.

Adapun, kinerja penjualan eceran pada kuartal pertama 2024 diperkirakan tumbuh sebesar 3,7% yoy, lebih tinggi dari kuartal ke empat 2023 yang tumbuh 1,6% yoy. Peningkatan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,4% yoy dan 12,9% yoy.

Saat rupiah melemah terus-menerus, BI sendiri lazimnya melakukan intervensi pasar dengan membeli dolar AS di pasar spot dalam jumlah yang besar dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah. Hal ini terindikasi dari berkurangnya cadangan devisa pada bulan berikutnya, yang dialokasikan untuk stabilisasi rupiah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa