Akurat Logo

Ketua LPS Beberkan Peran Gen Z ke Perekonomian RI

M. Rahman | 9 Desember 2023, 18:05 WIB
Ketua LPS Beberkan Peran Gen Z ke Perekonomian RI

AKURAT.CO Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan peran penting Gen Z ke perekonomian RI.

Hal tersebut ia sampaikan di sela kuliah umum di Kampus Universitas Padjajaran (Unpad), Jatinangor, Jawa Barat. Menurutnya, pasca Covid-19, jumlah partisipasi kerja terus meningkat, seiring pemulihan ekonomi yang berlangsung.

"Adik-adik di Unpad juga sebentar lagi akan masuk ke angkatan kerja, inilah momentum terbaik, karena pada saat ini, kalian atau yang akrab disebut Gen Z merupakan generasi yang baru masuk ke angkatan kerja, memulai karir lalu turut berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi,” ujar Purbaya dikutip Sabtu (9/12/2023).

Baca Juga: Jakpat: 3 Produk Investasi Ini Jadi Incaran Milenial Dan Gen Z

Dijelaskan, usia produktif saat ini mendominasi jumlah penduduk di Indonesia, sebagaimana data yang ditunjukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Indonesia sudah memasuki masa bonus demografi sejak tahun 2012, dengan periode puncak pada tahun 2020 – 2023.

"Hal ini ditunjukkan dengan jumlah penduduk usia produktif  yaitu 15-64 tahun,  yang mencapai dua kali lipat jumlah penduduk non produktif. termasuk di antara penduduk produktif adalah Gen-Z sebanyak 66,74 juta jiwa atau 24,2%,” jelasnya.

Ditambahkan, Gen Z punya peran penting untuk terus meningkatkan kualitas literasinya terutama mengenai ekonomi dan keuangan, pentingnya menabung, cara berinvestasi yang aman dan nyaman dan berbagai tema lainnya.

"Tingkat literasi keuangan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat suatu negara. Memang, inklusi dan literasi keuangan di Indonesia telah mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, namun peningkatan literasi masih dapat dioptimalkan,” imbuhnya.

Diketahui, pada survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) OJK tahun 2022, inklusi keuangan Indonesia berada pada level 85,10%, sedangkan literasi keuangan hanya 49,68%.  

Purbaya turut menekankan bahwa pihaknya sangat menaruh perhatian besar pada peningkatan human capital, sebab hal tersebut nantinya akan memberikan pengaruh besar pada masa depan suatu bangsa.

"Kami sangat concern dengan bonus demografi, semakin tinggi skill dari angkatan kerja di sebuah negara, maka output ekonominya akan semakin besar, dan faktor tersebut akan diisi oleh kalian-kalian yang nanti sebentar lagi akan lulus kuliah dan bekerja. Maka, belajarlah dengan baik, gapailah cita-cita, dan bijaksanalah dalam mengelola keuangan,” kata Purbaya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa