Ekonom: Visi Misi Ekonomi 3 Pasangan Capres-Cawapres Tak Realistis

AKURAT.CO Ekonom dan Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai visi misi ekonomi ketiga pasangan Capres dan Cawapres tidak ada yang relistis, entah terlampau normatif maupun ambisius.
Ketiganya mengusung target pertumbuhan ekonomi RI di kisaran 6-7%, jauh dari realita saat ini dimana pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,17% di kuartal II-2023.
"Visi misi terkait target pertumbuhan ekonomi Prabowo, Ganjar maupun Anies masih sangat normatif dan cukup ambisius. Bisa dikatakan overshoot ya," kata Bhima kepada Akurat.co, Sabtu (4/11/2023).
Baca Juga: Visi Misi Prabowo-Gibran
Ditambahkan, dalam konteks ekonomi global saja diperkirakan masih melambat dalam 5 tahun ke depan, terutama karena berlanjutnya konflik geopolitik, fluktuasi harga komoditas, hingga terjadi fenomena deglobalisasi.
Masalahnya struktur ekonomi Indonesia sangat rapuh, mulai dari industrialisasi yang macet, ketergantungan ekonomi dari komoditas olahan primer yang menunggu booming komoditas. Padahal kita kan tidak tahu booming harga CPO, batubara, nikel bertahan berapa lama.
"Sementara dari sisi permintaan global turun, misalnya China ekonominya melambat maka sangat menantang bagi Indonesia untuk tumbuh diatas 5,5 apalagi 7 persen," imbuh Bhima.
Menurut Bhima, sudah bagus bahwa sebagian Capres-Cawapres menyentuh aspek atau sumber pertumbuhan ekonomi baru seperti transisi energi atau ekonomi hijau dan ekonomi digital.
Kedua hal tersebut memang penting sebagai motor pertumbuhan ekonomi, tapi perlu dicatat juga bahwa ketergantungan teknologi impor, dan skill SDM yang berkorelasi dengan kualitas pendidikan tidak bisa selesai dalam 5 tahun. Belum lagi bicara soal masalah arah pembangunan infrastruktur era Presiden Jokowi yang belum sejalan dengan industrialisasi dan penurunan biaya logistik.
"PRnya memang masih banyak. Pertama, menyelesaikan masalah lemahnya struktur ekonomi yang diwariskan era Jokowi. Kedua, mendorong sumber ekonomi baru yang lebih berkualitas. Kita juga tidak ingin para Capres mengejar pertumbuhan tinggi tapi melupakan kualitas pertumbuhan seperti melebarnya ketimpangan, hingga masih banyaknya jumlah masyarakat rentan. Harus balance antara pertumbuhan dan indikator kesejahteraan yang lebih merata," papar Bhima.
Bhima menegaskan, Indonesia setidaknya butuh 5 kriteria Capres-Cawapres ideal dari sisi ekonomi, sebagaimana rincian berikut.
- Memahami konteks ekonomi global tidak inward looking, khususnya dalam kerjasama transisi energi, ekonomi berkelanjutan, pangan hingga transformasi digital
- Mampu merangkul negara kawasan khususnya di tingkat ASEAN dalam pembangunan bersama, sehingga tidak ikut arus kepentingan China versus negara barat
- Ada pembagian tugas yang jelas antara Capres dan Cawapres dalam ekonomi misalnya pembagian antara komunikasi dengan pengusaha atau investor domestik versus asing dan perlu komunikasi yang handal sehingga tercapai kolaborasi ideal
- Perlu ada porsi yang lebih besar untuk mengatasi masalah ketimpangan, kemiskinan terutama di daerah luar Jawa tidak sekedar bansos, tapi juga penguatan perlindungan sosial secara utuh (reformasi BPJS dan lainnya)
- Mampu memaksimalkan peran anak muda usia produktif untuk masuk ke pasar tenaga kerja yang lebih berkualitas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






