PWC: Upskilling 4 Sektor Ini Dapat Tingkatkan PDB RI Sebesar Rp1.056 T

AKURAT.CO PricewaterhouseCoopers (PwC) melaporkan, upskilling atau peningkatan keterampilan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2030 seiring peluang Indonesia dalam membuka 50% dari potensi lapangan kerja tambahan regional pada tahun 2030.
PwC Consulting Indonesia Leader, Marina R. Tusin mengatakan upskilling tidak hanya mengurangi pengangguran struktural akibat ketidaksesuaian keterampilan, tetapi juga menjembatani kesenjangan sosial ekonomi dalam pengetahuan dan keterampilan.
Selain itu, Indonesia sedang mengembangkan strategi netralitas karbon dan beralih ke ekonomi net zero, yang komponen kuncinya adalah melakukan upskilling terhadap para pekerja green jobs. The Asian Development Bank atau ADB memperkirakan bahwa transisi menuju ekonomi hijau akan menambah 30 juta pekerjaan baru di Asia Tenggara pada tahun 2030.
“Kini, Indonesia bergerak menuju digitalisasi dan net zero, serta beralih dari kegiatan ekonomi padat karya. Upskilling adalah kunci untuk mempertahankan pengembangan tenaga kerja di Indonesia sehingga kita dapat mempertahankan keunggulan kompetitif ekonomi,” kata PwC Consulting Indonesia Leader Marina dikutip Kamis (6/7/2023).
Sementara itu, PwC Southeast Asia Consulting and Sustainability Leader, Parul Munshi juga mengatakan bahwa ada peluang bagi Indonesia untuk menargetkan investasi peningkatan keterampilan di sektor-sektor prioritas seperti manufaktur, pertanian, energi dan utilitas, serta jasa keuangan.
“Secara kumulatif, potensi peningkatkan PDB dari keempat sektor tersebut bagi Indonesia bisa mencapai lebih USD70 miliar setara Rp1.056 triliun (asumsi kurs Rp15.085dan untuk mencapai hal ini, strategi dan pendekatan upskilling harus spesifik tiap sektor dan ditargetkan kepada angkatan kerja yang terkena dampak dengan fokus pada kelompok rentan dan sektor informal,” ucap Parul.
Parul merinci, potensi peningkatan PDB Indonesia karena peningkatan keterampilan di sektor manufaktur sebesar USD36,8 miliar. Pada sektor pertanian Indonesia dapat membuka potensi peningkatan PDB sebesar USD24 miliar. Sementara pada sektor energi dan utilitas, potensi peningkatan PDB Indonesia sebesar USD4,2 miliar. Adapun untuk sektor jasa keuangan Indonesia memiliki potensi peningkatkan PDB sebesar USD6 miliar.
Di kesempatan yang sama, Mantan Menkeu dan Ekonom Senior Prof. Bambang Brodjonegoro, mengucapkan lewat 4 sektor utama ini, Indonesia berpontensi memperoleh peningkatan PDB tertinggi di seluruh Kawasan.
“Upskilling juga berpotensi untuk mentransisikan pekerja di sektor tenaga kerja informal ke posisi yang lebih formal dan berjangka panjang,” ungkap Prof. Bambang Brodjonegoro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon



