Rupiah Melemah 54,5 Poin Usai Pidato Gubernur Jerome Powell

AKURAT.CO Rupiah melemah 54,5 poin ke level Rp14.994 pada penutupan perdagangan Senin, 19 Juni 2023. Pelemahan itu usai pidato Gubernur The Fed Jerome Powell, Bank of Japan mempertahankan kebijakan ultra longga, ECB menaikkan suku bunga 25 basis poin.
Pengamat pasar uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai para pedagang mencerna dampak keputusan bank sentral pekan lalu usai pidato Gubernur Fed Jerome Powell dan langkah Bank of Japan yang berpegang teguh pada kebijakan ultra-longgarnya.
"Federal Reserve AS memimpin parade pertemuan bank sentral senior minggu lalu untuk membahas kebijakan moneter, dan, seperti yang diharapkan, menghentikan siklus kenaikan suku bunga selama setahun untuk menilai dampaknya terhadap inflasi dan prospek ekonomi negara," kata Ibrahim Senin (19/6/2023).
Ditambahkan, The Fed juga mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut dengan harga konsumen masih menggandakan target 2%, tetapi menunjukkan pentingnya data ekonomi yang akan datang mendukung langkah ini.
Dengan mengingat hal ini, data di pasar perumahan AS serta klaim pengangguran awal dan neraca berjalan akan dipelajari dengan cermat minggu ini, serta kesaksian kongres setengah tahunan Powell di depan Kongres AS. Di luar Powell, beberapa pejabat Fed lainnya juga akan berbicara minggu ini. Hal ini turut berpengaruh ke pergerakan rupiah.
"Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Kamis dan membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan lebih lanjut, dengan Bank of Japan menutup minggu ini dengan mempertahankan kebijakannya yang sangat mudah," imbuhnya.
Sebelumnya, BOJ pada hari Jumat mempertahankan target suku bunga jangka pendek -0,1% dan batas 0% pada imbal hasil obligasi 10-tahun yang ditetapkan di bawah kebijakan kontrol kurva imbal hasil (YCC), mendorong yen lebih rendah secara luas..
Sementara dari faktor internal, rupiah digerakkan Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat 5,75% sepanjang 2023. BI akan berhati-hati dalam menanggapi pandangan terbaru The Fed. Pasalnya, dampak dari transmisi Fed Funds Rate (FFR) di Indonesia akan semakin terlihat melalui imbal hasil obligasi pemerintah yerutama bertenor 10 tahun terus menurun dan mendekati level 6%.
Adapun, dari sisi domestik lainnya yang menggerkkan rupiah, tingkat inflasi Indonesia tercatat turun ke level terendah dalam 12 bulan terakhir menjadi sebesar 4% secara tahunan pada Mei 2023. Diperkirakan, inflasi akan terus menurun dan bergerak dalam kisaran target kedepannya.
Pasar obligasi dan pasar saham Indonesia juga terus mencatatkan arus masuk bersih. Meski mengalami penyempitan. Neraca perdagangan Indonesia akan tetap mempertahankan surplus. Faktor-faktor ini akan memberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.
Selain itu, the Fed diperkirakan terus mempertahankan lintasan pengetatan kebijakan moneter yang sedang berlangsung sepanjang 2023, meski terjadi pelonggaran pada tingkat inflasi dan peningkatan pengangguran. Pendekatan yang konsisten ini bertujuan untuk memastikan penurunan tingkat inflasi yang berkelanjutan.
Pada bulan Mei 2023, inflasi umum Amerika Serikat turun menjadi 4% secara tahunan, menandai level terendah sejak Maret 2021. Penurunan ini terutama didorong oleh penurunan harga energi dan perlambatan inflasi pangan. Selain itu, tingkat pengangguran AS naik menjadi 3,7% pada Mei 2023, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




