Akurat Logo

Pertahankan Peringkat Utang RI, Moody's Beberkan Sederet Hal Ini!

Deddy Siregar | 11 Februari 2022, 17:40 WIB
Pertahankan Peringkat Utang RI, Moody's Beberkan Sederet Hal Ini!

AKURAT.CO, Lembaga Pemeringkat Moody's kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat Baa2. Satu tingkat di atas investment grade dengan outlook stabil pada 10 Februari 2022.

Mengenai hal tersebut Moody's memandang bahwa efektivitas kebijakan moneter dan makro ekonomi akan tetap terjaga. Harapannya, reformasi struktural yang baru-baru ini ditempuh oleh pemerintah juga didukung oleh peningkatan investasi dan serta menopang daya saing ekspor.

Melansir dari Moody’s, pihak pemeringkat itu pun memperkirakan aktivitas ekonomi akan kembali ke rata-rata pada tahun 2023 dengan pertumbuhan bertahan pada tingkat tersebut setelahnya. Prospek stabil ini akan mencerminkan risiko yang seimbang, sehingga mereka berharap reformasi untuk dilaksanakan secara bertahap dengan menunda beberapa hal dan perbaikan yang mungkin akan terjadi. Secara keseluruhan untuk mempertahankan pertumbuhan dan metrik fiskal pada tingkat saat ini.

Moody's juga memproyeksikan pertumbuhan PDB di Indonesia akan kembali menjadi 5 persen. Pada tingkat diproyeksikan pertumbuhan akan lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain yang berada diperingkat Baa yang diperkirakan sebesar 3,7 persen.

Moody’s juga berasumsi bahwa dengan perlambatan pertumbuhan pendapat relatif pada tahun 2021 karena penurunan harga komoditas, beberapa pelonggaran dalam pengeluaran akan mendorong konsolidasi defisit fiskal menjadi 3,8 persen dari PDB pada tahun 2022.

Menurutnya ini akan menjadi pembuka jalan bagi pemerintah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan untuk kembali ke plafon defisit 3,0 persen pada tahun 2023 nantinya.

Kemudian Moody’s juga memaparkan terkait langkah-langkah fiskal dan moneter yang diambil dalam menangani pandemi Covid-19. Khususnya pada pembiayaan defisit bank sentral yang juga akan dinormalisasi pada akhir tahun ini sejalan dengan apa yang sudah ditargetkan pemerintah

Dengan keluarnya kebijakan yang efektif tersebut akan mengonfirmasikan kredibilitas kebijakan secara menyeluruh, dengan implikasi bagi kepercayaan investor asing, arus utang, mata uang dan inflasi.

Untuk peringkat Baa2 juga mempertimbangkan kekuatan fiskal yang relatif melemah. Secara khusus keterjangkauan utang yang sangat lemah, meskipun pemerintah telah mempertahankan rasio utang terhadap PDB pada tingkat yang jauh di bawah negara-negara lain dengan peringkat yang sama.

Reformasi pendapatan yang sudah disetujui baru-baru ini dengan rencana menuju normalisasi fiskal akan mendukung stabilisasi beban utang di tahun 2023.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.