Airlangga Pastikan Redenominasi Rupiah Belum Dibahas Pemerintah

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa rencana redenominasi rupiah belum menjadi agenda pembahasan pemerintah dalam waktu dekat.
Penegasan itu disampaikan merespons perhatian publik setelah kebijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 mengenai Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025–2029.
“Belum kita bahas. Tidak dalam waktu dekat,” ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: Rumor Gaji 13 dan 14 ASN Dihapus Mencuat ke Publik, Ini Kata Menko Airlangga Hartarto
Dirinya juga menyampaikan belum dapat memberikan komentar terkait sikap politik Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana redenominasi. “Nanti kita bahas ya,” tambahnya.
Meski demikian, pemerintah tetap mempersiapkan kerangka hukum berupa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi).
RUU tersebut ditargetkan selesai pada 2027 sebagai bagian dari empat RUU baru yang disusun Kementerian Keuangan, bersama RUU Perlelangan, RUU Pengelolaan Kekayaan Negara, dan RUU Penilai.
Dalam konsepnya, redenominasi merupakan penyederhanaan nilai nominal rupiah dengan menghapus beberapa digit nol tanpa mengubah daya beli masyarakat.
Secara teknis, bila sebelumnya nilai pecahan tercatat Rp1.000, maka setelah redenominasi akan menjadi Rp1, namun nilai barang dan jasa tetap sama.
Baca Juga: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Apresiasi Kesuksesan Program Kartu Prakerja
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat daya saing ekonomi, serta menegakkan kredibilitas rupiah di dalam dan luar negeri.
Dokumen PMK 70/2025 menjelaskan bahwa penyusunan RUU Redenominasi dilandasi sejumlah alasan, antara lain untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi, menstabilkan nilai rupiah, serta melindungi daya beli masyarakat.
Selain itu, penyederhanaan nominal diyakini dapat mendukung modernisasi sistem pembayaran serta meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata
- 10Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat








