Bos Morgan Stanley: Investor Global Kembali Lirik China, Momentum Pasar Kian Pulih

AKURAT.CO CEO Morgan Stanley, Ted Pick, menilai China kembali menjadi magnet bagi manajer aset global setelah melewati masa sulit dalam dua tahun terakhir ini. Pemulihan kepercayaan investor menjadi sinyal bahwa pasar terbesar kedua di dunia ini masih terlalu besar untuk diabaikan.
Dalam wawancara dengan Bloomberg Television di Hong Kong, Selasa (4/11/2025), Pick mengatakan investor kini lebih aktif mencari peluang di pasar China setelah sempat bersikap pasif selama periode ketidakpastian ekonomi.
“Ketika semangat pasar bangkit dan ada keuntungan yang jelas diraih oleh perusahaan-perusahaan yang menang, investor menginginkan alpha. Oleh karena itu, mereka ingin alokasi spesifik perusahaan, bukan hanya mengikuti tren pasar," paparnya.
Baca Juga: PT DPM Kirim Enam Putra-Putri Dairi Kuliah ke China Maret 2026
Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan sikap investor global terhadap China, yang sebelumnya tertekan oleh perlambatan ekonomi dan ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat.
Kini, dengan tanda-tanda stabilisasi ekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor teknologi serta manufaktur hijau, minat investasi mulai pulih.
Pick juga menilai bahwa China memiliki blueprint penting bagi negara berkembang lain, termasuk India, dalam menciptakan perusahaan-perusahaan berdaya saing global.
“China menunjukkan bagaimana membangun juara industri domestik yang mampu bersaing secara internasional,” tuturnya.
Bagi Morgan Stanley, baik China maupun India kini menjadi dua pasar paling menarik di Asia. Keduanya memiliki skala ekonomi besar, ambisi tinggi, dan potensi perusahaan yang terus berkembang.
Baca Juga: Apa Alasan Morgan Stanley Downgrade Peringkat RI ke Underweight?
“Bersama-sama, China dan India mewakili sebagian besar populasi dunia, dan keduanya bisa menang. Sebab itu saya suka India, tapi saya juga suka China. Jadi tidak perlu memilih,” ucapnya kembali.
Kembalinya fokus investor ke China menjadi sinyal positif bagi pasar global. Dengan pemulihan likuiditas dan sentimen yang membaik, sektor keuangan, teknologi, serta infrastruktur diharapkan menjadi pendorong utama arus modal baru menuju Negeri Tirai Bambu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







