Sanksi Ditunda, Perang Dagang AS–China Mulai Mendingin

AKURAT.CO Hubungan dagang Amerika Serikat dan China mulai menunjukkan tanda-tanda mencair. Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan menyetujui penangguhan selama satu tahun terhadap aturan baru yang akan memperluas sanksi perdagangan bagi perusahaan China.
Langkah ini, menurut Kementerian Perdagangan China, menjadi sinyal positif setelah berbulan-bulan ketegangan meningkat akibat saling balas kebijakan ekonomi antara dua kekuatan besar dunia itu.
Mengutip dari laman reuters, penangguhan tersebut terkait aturan 50% yang diumumkan Washington pada akhir September lalu. Aturan itu seharusnya membuat anak perusahaan China yang sahamnya dimiliki lebih dari separuh oleh entitas yang telah disanksi AS, ikut terkena pembatasan perdagangan.
Baca Juga: Kesepakatan Baru AS–Tiongkok: Akhiri Perang Dagang Lewat Isu Logam Tanah Jarang
Namun, dengan keputusan terbaru ini, aturan tersebut ditunda selama setahun penuh.
Sebagai respons, China juga akan menunda penerapan pembatasan ekspor mineral tanah jarang selama 12 bulan. Kebijakan ini sebelumnya berpotensi mengganggu rantai pasok industri global seperti otomotif dan semikonduktor.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut keputusan tersebut sebagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi global.
Tak hanya itu, AS juga sepakat mengurangi separuh tarif fentanil terhadap produk China serta menangguhkan tarif balasan selama satu tahun. Di sisi lain, Beijing akan melanjutkan impor kedelai dari AS.
Presiden Trump menyebut hasil pertemuan dengan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan sebagai sangat baik, bahkan menggambarkannya dengan skala “12 dari 10”.
Baca Juga: Trump di Korea Selatan: Fokus Akhiri Perang Dagang AS-China dan Bahas Stabilitas Korea Utara
Meski demikian, para analis menilai langkah ini baru tahap awal. Kedua negara masih harus mencari titik temu dalam isu sensitif seperti operasi TikTok dan transfer teknologi.
Namun, untuk saat ini, dunia bisa sedikit bernapas lega sebab perang dagang AS–China tampaknya mulai menurunkan tensinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







