Penutupan Selat Hormuz Bisa Guncang Rupiah dan Neraca Dagang
Hefriday | 23 Juni 2025, 22:13 WIB

AKURAT.CO Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berujung pada potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran menimbulkan risiko serius terhadap kestabilan makroekonomi Indonesia.
Chief Economist Bank Permata, Joshua Pardede, mengungkapkan bahwa gejolak ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan memperburuk neraca transaksi berjalan Indonesia.
"Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, pasar global akan diliputi sentimen negatif dan mendorong investor global ke aset aman seperti dolar AS. Rupiah akan berada dalam tekanan besar," jelas Joshua saat dihubungi Akurat.co, Senin (23/6/2025).
Indonesia berpotensi mengalami capital outflow dari pasar saham dan obligasi karena kecenderungan investor memindahkan dana ke aset lindung nilai.
Dalam situasi ini, Bank Indonesia (BI) harus melakukan triple intervention, yakni intervensi di pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder, untuk menstabilkan nilai tukar.
Namun, intervensi ini berisiko menguras cadangan devisa dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter, seperti rencana penurunan suku bunga acuan.
Dalam kondisi defisit transaksi berjalan yang melebar, ketergantungan terhadap impor minyak membuat tekanan terhadap rupiah semakin berat.
Joshua memperkirakan bahwa setiap kenaikan 10% harga minyak global dapat memperbesar defisit transaksi berjalan sebesar 0,1% dari PDB.
Bila harga minyak bertahan di atas USD100 per barel secara berkelanjutan, beban defisit neraca dagang akan menjadi ancaman serius terhadap kestabilan eksternal Indonesia.
Investor asing, menurut Joshua, cenderung mengalihkan investasinya ke aset aman seperti yen Jepang dan franc Swiss. Hal ini menambah tekanan terhadap stabilitas keuangan domestik dan mempersulit pembiayaan defisit melalui instrumen pasar.
"Stabilitas nilai tukar menjadi isu utama. BI harus sangat berhati-hati dalam mengelola ekspektasi pasar dan menjaga cadangan devisa," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9DPR Ajak Masyarakat Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan








