Akurat Logo

Trump Kenakan Tarif Hingga 145%, Struktur Pertumbuhan Ekonomi China Kian Terancam

Demi Ermansyah | 14 April 2025, 15:15 WIB
Trump Kenakan Tarif Hingga 145%, Struktur Pertumbuhan Ekonomi China Kian Terancam

AKURAT.CO Meski sempat mencatat lonjakan ekspor pada Maret 2025, perekonomian China tak sepenuhnya bebas dari tekanan. Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah menetapkan tarif tambahan hingga 145% terhadap berbagai barang asal China, termasuk ponsel, komputer, dan barang elektronik populer.

Tarif tersebut berada jauh di atas ambang batas yang menurut analis bisa menghancurkan perdagangan bilateral. Tentunya langkah tersebut pun memicu respons keras dari Beijing dan meningkatkan risiko retaknya hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Meskipun AS sempat memberikan pembebasan terhadap beberapa produk elektronik konsumen, Trump menegaskan bahwa pengecualian tersebut tidak akan berlangsung lama.

“Tarif tetap akan diterapkan pada produk-produk strategis milik China,” ujar Trump, Minggu (13/4/2025) lalu.

Baca Juga: Hadapi Tarif Trump, Airlangga: RI Bakal Beli Barang dari AS Sesuai Kebutuhan

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kelanjutan arus dagang global. Dikutip dari Bloomberg, data perdagangan China bulan lalu belum mencerminkan dampak jangka panjang dari perang dagang.

“Ekspor China kemungkinan akan terpukul pada April dan bulan-bulan berikutnya,” ucap Analis Bloomberg Economics, David Qu.

Sementara itu, lanjut David, turunnya impor sebesar 4,3% pada Maret menjadi pertanda lemahnya permintaan domestik.

"Sehingga hal tersebut menandakan bahwa pelaku industri dalam negeri tengah bersiap menghadapi penurunan ekspor yang dipicu tarif tinggi dari AS.

Kemudian jika melihat dari sisi pasar saham, lanjutnya, investor tampak sedikit lega berkat pembebasan tarif AS sementara ini. Dimana indeks Hang Seng China Enterprises naik 2,7%, dan indeks CSI 300 juga mengalami kenaikan sebesar 0,7%.

Baca Juga: Trump Bebaskan Ponsel dan Komputer dari Kenaikan Tarif Impor

"Meskipun begitu, ketegangan perdagangan antara AS dan China diperkirakan akan terus membayangi pasar dan ekonomi global dalam waktu dekat, terutama jika kedua negara tak menunjukkan tanda-tanda kompromi," paparnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.