Menko Airlangga Sebut Ekonomi RI Masih Ekspansif, Ditopang Sektor Manufaktur

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global yang meningkat.
Sepanjang tahun 2024 lalu, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,03% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ekonomi yang positif tak hanya terjadi secara nasional. Beberapa wilayah seperti Papua Barat dan Maluku bahkan mencatat pertumbuhan lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Menurut Airlangga, salah satu pendorong utama adalah program hilirisasi yang terus digenjot pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
“Sektor manufaktur tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ungkapnya dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI, Selasa (8/4/2025).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,03 Persen di 2024, Ditopang Industri Manufaktur
Inflasi juga berhasil dikendalikan, tercatat hanya sedikit di atas 1%, menjadikannya salah satu yang terendah di dunia. Di sisi lain, Indeks Keyakinan Konsumen berada di level 126,4, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Airlangga juga menegaskan bahwa tren konsumsi juga menunjukkan pemulihan. Setelah sempat turun pada Februari, penjualan ritel mulai meningkat menjelang bulan Ramadan.
"Konsumsi masyarakat selama Ramadan diperkirakan mencapai Rp248 triliun, menjadi dorongan positif bagi pertumbuhan kuartal berikutnya," ujarnya.
Neraca pembayaran Indonesia mencatat surplus sebesar Rp7,2 miliar. Pertumbuhan kredit berada di angka 10,4%, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,7%. Capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional.
Dari sisi eksternal, Airlangga mengatakan bahwa cadangan devisa tercatat sebesar Rp154,7 miliar, cukup untuk membiayai impor selama 6,4 bulan ke depan. "Neraca perdagangan juga menunjukkan tren positif dengan surplus selama 58 bulan berturut-turut, termasuk USD3,12 miliar pada Februari 2025," ujarnya.
Indonesia juga mencatat peningkatan peringkat daya saing investasi. Berdasarkan laporan Asia Market Development (AMD), Indonesia naik tujuh peringkat ke posisi 27 dari 67 negara.
Lembaga pemeringkat global seperti Moody’s dan S&P pun tetap mempertahankan rating Indonesia satu tingkat di atas investment grade, menandakan kepercayaan internasional terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Terakhir Airlangga juga mengatakan sistem keuangan Indonesia saat ini dam kondisi sehat dan siap menopang pertumbuhan ekonomi.
"Dalam sektor perbankan, rasio Loan to Deposit (LDR) tercatat sebesar 88,92 persen, dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 27 persen. Ini menunjukkan bahwa sistem keuangan Indonesia berada dalam posisi yang sehat dan siap menopang pertumbuhan ekonomi ke depan," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








