Jaring Masukan Soal Tarif Trump, Prabowo: Kita Malah Suka Kritik
Camelia Rosa | 8 April 2025, 16:20 WIB

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengungkapkan saat ini ada guncangan akibat kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan oleh salah satu negara terkuat kepada banyak negara.
Meski tidak menyebutkan secara gamblang, namun ucapan Kepala Negara tersebut dilontarkan untuk merespon adanya kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebagaimana diketahui, beberapa negara di Asia Tenggara dikenakan tariff resiprokal atau tarif timbal balik, termasuk Indonesia sebesar 32% mulai 9 April 2025 mendatang.
"Apa yang terjadi sekarang? guncangan dunia akibat negara yang ekonominya terkuat membuat kebijakan-kebijakan memberi peningkatan tarif yang begitu tinggi kepada banyak negara. Ini bisa dikatakan menimbulkan ketidakpastian dunia. Banyak negara yang cemas," tuturnya dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Padahal, lanjut Prabowo, pendiri-pendiri bangsa Indonesia termasuk dirinya, sejak dahulu sudah mengingatkan agar ekonomi dibangun dengan sasaran berdiri di atas kaki kita sendiri (berdikari).
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga mengungkapkan bahwa agenda hari ini akan berisi paparan pemerintah mengenai kondisi ekonomi Indonesia secara apa adanya.
"Sekarang, saya ingin mengundang beberapa tokoh dalam pengelolaan ekonomi kita untuk menyampaikan kondisi ekonomi yang apa adanya, yang real, the real situation. Ini mereka akan paparkan, kemudian kita buka kesempatan untuk ada tanggapan, ada sanggahan, ada pertanyaan, kita terbuka," bebernya.
Prabowo juga menegaskan, bahwa saat ini pemerintah yang dipimpinnya harus terbuka terhadap masukan. Ia juga mengklaim, pemerintah tidak anti kritik.
"Kita tidak anti kritik. Kita malah suka kritik. Kritik itu adalah membantu kita, membuat kita lebih aware, lebih waspada. Jadi kritik itu bagus menurut saya. Tapi kalau suatu program untuk menciptakan kondisi yang tidak rasional, ini harus terus diadakan setelahnya klarifikasi dan penjelasan," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








