Hindari Tarif Baru AS, Vietnam Beri Diskon Pajak Impor

AKURAT.CO Vietnam mengambil langkah signifikan dengan memangkas tarif impor pada berbagai produk, sebagai bagian dari upaya meredam tekanan perdagangan dari pemerintahan Donald Trump.
Pemotongan tarif ini dinilai sebagai langkah diplomasi ekonomi yang bertujuan untuk menunjukkan itikad baik Vietnam dalam merespons surplus perdagangannya dengan AS.
Mengutip dari laman reuters, Presiden AS, Donald Trump telah lama menyoroti defisit perdagangan AS dengan berbagai negara, termasuk Vietnam.
Kebijakan tarif timbal balik yang akan diumumkan oleh Trump berpotensi menargetkan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Thailand.
Baca Juga: Dampak Tarif AS, PM Australia Berharap Bertemu Trump
Vietnam, dengan surplus perdagangannya yang tinggi, menjadi salah satu negara yang paling rentan terkena kebijakan ini.
Oleh karena itu, dalam rangka mengurangi ketegangan, Vietnam memutuskan untuk menurunkan tarif impor pada beberapa produk utama Trump.
Misalnya, tarif impor mobil dipotong dari 64% menjadi 32%, pajak LNG dari 5% menjadi 2%, serta tarif etanol dari 10% menjadi 5%.
Produk pertanian seperti apel segar, ayam beku, almond, dan ceri juga mendapatkan pemangkasan tarif.
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa Vietnam ingin menunjukkan sikap kooperatif dan bersedia membuka lebih banyak akses pasar bagi produk-produk AS.
Pemerintah Vietnam, melalui Kementerian Keuangan, mengajukan pemangkasan tarif ini sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global.
Ketua Partai Komunis Vietnam, To Lam, juga menegaskan komitmen Vietnam dalam meningkatkan pembelian produk AS dalam pertemuan dengan Duta Besar AS Marc Knapper.
Meskipun kebijakan ini dapat meredam ketegangan jangka pendek, risiko terhadap ekonomi Vietnam tetap tinggi.
Baca Juga: Waspadai Dampak Tarif Trump terhadap Inflasi, The Fed Beri Sinyal Lampu Kuning
Menurut Ekonom Bloomberg, Tamara Mast Henderson, menilai bahwa tarif baru AS dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi Vietnam dan menciptakan ketidakpastian dalam investasi asing.
Selain itu, upaya menyesuaikan kebijakan dengan kepentingan AS dapat mempengaruhi hubungan Vietnam dengan negara-negara lain, terutama Tiongkok yang juga merupakan mitra dagang utama.
Vietnam sedang berada di antara dua kekuatan ekonomi besar antara AS dan China.
Dengan menyesuaikan kebijakan tarifnya, Vietnam mencoba menjaga keseimbangan agar tetap mendapat manfaat dari hubungan dagang dengan AS tanpa mengorbankan hubungan strategis lainnya.
Namun, keputusan ini juga menunjukkan bagaimana kebijakan luar negeri Vietnam semakin terpengaruh oleh dinamika politik global, terutama oleh tekanan dari Washington.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




