Akurat Logo

Tarif Impor Naik, Konsumen AS Mulai Ngerem Belanja

Demi Ermansyah | 8 Maret 2025, 19:00 WIB
Tarif Impor Naik, Konsumen AS Mulai Ngerem Belanja

AKURAT.CO Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali membuat pusing banyak pihak, termasuk warga Amerika sendiri.

Seperti yang diketahui, baru-baru ini, Trump kembali menerapkan tarif baru untuk semua produk yang dihasilkan dari Kanada, Meksiko, dan China.

Kebijakan ini berdampak langsung pada lonjakan harga barang di pasar domestik, membuat konsumen berpikir ulang sebelum melakukan pembelian. Kenaikan harga terjadi tidak hanya pada barang impor, tetapi juga pada produk lokal yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri.

Menurut Gubernur The Fed Philadelphia, Patrick Harker, keyakinan konsumen dan bisnis di AS mulai luntur akibat ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh tarif tersebut.

"Tentunya hal ini bukan kabar baik. Data menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen di AS terus menurun, membuat mereka semakin ragu untuk membelanjakan uang mereka," ujar Harker, dikutip dari laman Reuters.

Baca Juga: Donald Trump Jadi Presiden Lagi, Zaman Keemasan Amerika Serikat Dimulai

Padahal, lanjutnya, konsumsi rumah tangga merupakan motor utama perekonomian AS. Jika masyarakat menahan belanja, maka dampaknya akan langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi.

"Belum lagi, perusahaan-perusahaan di AS semakin berhati-hati dalam berinvestasi karena harga bahan baku makin mahal akibat tarif impor yang tinggi. Kebijakan tarif Trump membuat situasi semakin tidak pasti. Hari ini naik, besok bisa turun, minggu depan bisa naik lagi," paparnya.

Banyak ekonom khawatir bahwa kebijakan ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi AS, meningkatkan inflasi, dan berpotensi memicu resesi.

Jika ketidakpastian ini terus berlanjut, daya beli masyarakat akan semakin tertekan, sementara perusahaan-perusahaan besar mungkin mulai mengalihkan produksi ke negara lain untuk menghindari tarif yang tidak menentu.

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.