Trump Kerek Tarif, Kanada dan Meksiko Siapkan Aksi Balasan
Demi Ermansyah | 3 Februari 2025, 12:48 WIB

AKURAT.CO Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan situasi perdagangan global dengan menerapkan tarif 25% pada impor dari Kanada dan Meksiko serta 10% untuk produk China.
Dimana langkah ini langsung mendapat respons keras dari mitra dagangnya, yang siap melakukan tindakan balasan.
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau telah mengumumkan bahwa negaranya akan menerapkan tarif 25% terhadap barang-barang AS senilai CAD155 miliar (sekitar USD106 miliar).
Menyusul pernyataan Trudeu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pun juga berjanji akan melakukan pembalasan setimpal. Sementara itu, China mengancam akan mengambil tindakan balasan terhadap kebijakan Trump, meskipun belum memberikan rincian lebih lanjut.
Kebijakan ini berpotensi memperluas perang dagang global dan mengganggu rantai pasokan dunia yang selama ini sudah terjalin erat. Trump bahkan memperingatkan Eropa bahwa mereka juga bisa menjadi target berikutnya.
Mengutip Reuters, Senin (3/2/2025), eskalasi perang dagang tersebut pada akhirnya menciptakan ketidakpastian besar bagi dunia usaha dan pasar keuangan. Dimana menurut Ekonom senior di Natixis SA, Gary Ng mengatakan bahwa langkah ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga terkait kepentingan geopolitik AS.
"Sebab, kebijakan tarif ini diperkirakan akan menaikkan tarif rata-rata AS dari 3 persen menjadi 10,7 persen yang bisa berdampak langsung pada perekonomian AS sendiri. Produk Domestik Bruto (PDB) AS diprediksi turun 1,2 persen sementara inflasi inti bisa naik 0,7 persen akibat harga barang yang semakin mahal," paparnya.
Selain ancaman tarif, China telah menyatakan akan membawa kasus ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Namun, hingga kini, pemerintahan Presiden Xi Jinping tampaknya masih berhati-hati dalam mengambil langkah lanjutan, untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dengan AS.
Yang jelas, langkah kontroversial Trump ini menunjukkan bahwa perang dagang masih jauh dari kata selesai. Kebijakan ini bisa mengancam hubungan dagang AS dengan mitra utamanya dan berisiko menambah ketegangan di pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








