Akurat Logo

Kadin Harap Kenaikan Upah Berhubungan dengan Produktivitas Pekerja

Hefriday | 2 Desember 2024, 18:28 WIB
Kadin Harap Kenaikan Upah Berhubungan dengan Produktivitas Pekerja

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyoroti kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5% pada tahun 2025. Menurutnya, kenaikan tersebut harus dihitung secara cermat dan sejalan dengan peningkatan produktivitas pekerja.

"Yang pasti kenaikan itu mesti dihitung baik-baik, dan kita berharap kenaikan itu tentu berhubungan juga dengan produktivitas," ujar Anindya saat ditemui di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Jakarta, dikutip Senin (2/12/2024). 
 
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Kadin untuk mendukung pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan akses lebih baik ke pembiayaan, teknologi, dan pasar sehingga UMKM dapat berkembang tanpa terlalu terbebani oleh kenaikan UMP.
 
Anindya menegaskan bahwa UMKM tidak boleh sekadar menghadapi kenaikan UMP sebagai beban tambahan. Kenaikan tersebut harus diimbangi dengan upaya peningkatan kapasitas dan produktivitas. 
 
"Sehingga (pelaku UMKM) tidak terlalu terbebani dengan kenaikan ini, malah kenaikan ini dibarengi dengan capacity building jadinya baik," jelasnya. Capacity building, menurutnya, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah tantangan kenaikan biaya operasional.
 
upah
 
Anindya mengakui bahwa kenaikan UMP akan berdampak pada kondisi keuangan pelaku usaha dalam jangka pendek. Oleh karena itu, Kadin akan mengkaji dampak tersebut dan membahasnya dalam forum Rapimnas.
 
"Salah satunya ini merupakan tema yang tentunya akan terbahas, karena kami melihat sudah waktunya Kadin itu fokus kepada UMKM dan koperasi," ujarnya.
 
Ia juga menambahkan bahwa Kadin akan memprioritaskan pembangunan ekonomi dari daerah sebagai upaya strategis untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih merata dan berkelanjutan.
  
Rapimnas Kadin 2024 yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, pada Minggu (1/12/2024) mengangkat tema "Tekan Kemiskinan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wujudkan Indonesia Emas 2045". Tema ini menjadi relevan seiring dengan fokus Kadin dalam mendorong pembangunan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
 
"Fokus dari Rapimnas ini adalah membahas program kerja tahunan," ujar Anindya saat membuka acara tersebut. Ia menambahkan bahwa tahun ini menjadi momen strategis karena presiden terpilih, Prabowo Subianto, baru saja dilantik pada Oktober 2024. 
 
Hal ini menjadikan Rapimnas sebagai forum penting untuk menentukan arah kebijakan Kadin sebagai mitra strategis pemerintah.
  
Dalam forum tersebut, Anindya menegaskan bahwa Kadin akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Ia berharap kebijakan Kadin ke depan dapat mendukung visi besar pemerintah dalam mencapai target Indonesia Emas 2045, termasuk dengan menekan angka kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  
Melalui Rapimnas 2024, Kadin berkomitmen untuk menciptakan sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka mempercepat pembangunan ekonomi. Fokus utama Kadin adalah memastikan kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan serta mendukung keberlanjutan usaha para pelaku ekonomi di semua sektor, terutama UMKM.
 
Anindya juga menekankan bahwa Kadin akan terus merumuskan strategi untuk menjawab tantangan global dan domestik. Dengan adanya fokus pada peningkatan kapasitas UMKM dan penguatan koperasi, ia optimistis kontribusi Kadin akan semakin signifikan dalam perekonomian nasional.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa