AKURAT.CO Dalam pertemuan terakhirnya dengan Presiden AS, Joe Biden, Presiden China, Xi Jinping, menyampaikan pesan tegas kepada Presiden terpilih Donald Trump.
Pertemuan yang berlangsung pada di Lima, Peru, saat KTT APEC, menjadi momen penting bagi Xi untuk menggarisbawahi niat baik China dalam menjalin hubungan baik dengan AS, sekaligus menetapkan batasan yang jelas.
Xi menekankan bahwa meskipun China menginginkan hubungan yang harmonis dengan Amerika Serikat, mereka tetap siap untuk melawan jika diperlukan. "Kami ingin bersahabat, tetapi kami juga memiliki batasan yang tidak bisa dilanggar,” ujar Xi melalui lansiran Bloomberg, dikutip Selasa (19/11/2024).
Di mana ada empat garis merah yang ditegaskan oleh Xi mencakup larangan terhadap upaya yang mengganggu kekuasaan Partai Komunis China, mendorong demokrasi di China, membatasi pertumbuhan ekonomi yang tidak terkendali, dan mendukung kemerdekaan Taiwan.
Empat garis merah ini menjadi fondasi utama dalam hubungan masa depan antara China dan AS. Media pemerintah China (CCTV) menyoroti pernyataan Xi sebagai arahan penting yang harus dihormati oleh pihak AS.
Xi menegaskan bahwa batasan-batasan ini adalah pengaman penting untuk menjaga stabilitas hubungan kedua negara. "Garis-garis itu adalah batasan dan garis jaring pengaman penting bagi hubungan China-AS,” kata Xi pasca pertemuan.
Usut punya usut pernyataan Xi muncul di tengah ketidakpastian kebijakan Trump yang cenderung konfrontatif. Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif tinggi pada barang impor China dan menunjuk pejabat berhaluan keras dalam tim kebijakan luar negerinya, seperti Marco Rubio sebagai calon menteri luar negeri dan Mike Waltz sebagai penasehat keamanan nasional. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik antara kedua negara.
Selain itu, Xi juga mengkritik kebijakan AS yang membatasi akses China ke teknologi canggih, yang dikenal dengan istilah “small yard and high fence”. Oleh karena itu, dirinya mendesak agar AS tidak ikut campur dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan dan tidak mendukung provokasi yang dapat memperburuk hubungan kedua negara.
Dalam pernyataannya, Xi juga menyebutkan pentingnya menjaga stabilitas dan memperdalam pembicaraan antarnegara. "Kami terbuka untuk berdiskusi terkait isu ekonomi, selama tidak menyentuh hal-hal sensitif seperti Taiwan,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang










