Akurat Logo

Jelang Pemilu, Joe Biden Naikkan Tarif Impor Produk China

Demi Ermansyah | 15 Mei 2024, 21:38 WIB
Jelang Pemilu, Joe Biden Naikkan Tarif Impor Produk China

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kembali menaikkan tarif berbagai produk impor dari China seperti semikonduktor, baterai, panel surya, mineral hingga jarum suntik.

Keputusan peningkatan tarif tersebut diambil oleh Biden jelang pemilihan presiden AS. Usut punya usut kenaikan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah mendorong produksi dalam negeri di sektor-sektor penting.

Tak hanya itu saja, AS juga menaikkan tarif derek pelabuhan dan produk medis, baja, aluminium hingga kendaraan listrik dari China. Tentunya perubahan tarif tersebut diperkirakan akan mempengaruhi sekitar USD18 miliar impor tahunan milik AS.

Baca Juga: Biden Mulai Pening Soal Pemotongan Tarif Impor China

"Hari ini, kami memenuhi tujuan sanksi kami untuk menghentikan tindakan, kebijakan, dan praktik terkait transfer teknologi berbahaya dari China, termasuk gangguan siber dan pencurian siber," ujar Perwakilan Dagang AS, Katherine Tai melalui lansiran Bloomberg, Rabu (15/5/2024).

Langkah-langkah ini merupakan pembaruan paling komprehensif yang dilakukan Biden terhadap tarif produk asal China yang pertama kali diberlakukan oleh pendahulunya, Donald Trump.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pendekatan keras terhadap perdagangan dengan Beijing masih populer di kalangan pemilih AS. Tidak ada tarif Trump yang akan dikurangi. Sebaliknya, Biden akan menaikkan tarif untuk barang-barang yang sulit diimpor AS selama pandemi Covid-19 dan untuk industri-industri utama, seperti chip dan energi ramah lingkungan.

Namun, Biden harus menjaga keseimbangan neraca dagang karena penerapan tarif tambahan berisiko meningkatkan harga bagi konsumen yang sudah terdampak inflasi.

Sebab hal tersebut dapat memicu kemarahan China, yang mungkin akan membalas dengan cara yang sama. China dengan tegas menentang keputusan Biden untuk menaikkan tarif impor dan menganggap langkah tersebut sebagai manipulasi politik. China mendesak pemerintahan Biden untuk membatalkan kenaikan bea masuk dan memperbaiki tindakan semena-mena tersebut.

Perubahan tarif ini berlaku dari tahun 2024 hingga 2026, dan lebih terarah dibandingkan dengan tarif flat 60% yang diusulkan Trump.

Lonjakan tarif terbesar adalah untuk mobil listrik, dengan kenaikan empat kali lipat, sementara impor lainnya mengalami kenaikan dua kali lipat atau dikenakan tarif untuk pertama kalinya. Biden akan secara resmi mengumumkan langkah-langkah ini dalam sebuah acara di Rose Garden di Gedung Putih pada Selasa (14/5/2024).

Para pejabat yang menjelaskan rencana tersebut secara anonim sebelum pengumuman resmi, mengatakan bahwa mereka akan menggabungkan investasi domestik dari undang-undang infrastruktur bipartisan dan Chips and Science Act dengan tarif baru untuk menyamakan kedudukan dengan China.

Dalam beberapa kasus, tarif ini diterapkan pada area di mana China hanya memiliki segmen kecil dari pasar AS, tetapi dimaksudkan untuk mencegah potensi lonjakan impor.

"China terlalu besar untuk bermain dengan aturannya sendiri. China menggunakan pedoman yang sama untuk mendorong pertumbuhannya sendiri dengan mengorbankan pihak lain dengan terus berinvestasi. Meskipun ada kelebihan kapasitas, mereka membanjiri pasar global dengan ekspor yang tidak sepadan," kata Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Lael Brainard kepada wartawan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.