Akurat Logo

May Day, 50.000 Buruh Jabodetabek Bakal Gelar Aksi Unjuk Rasa di Istana Negara

Silvia Nur Fajri | 30 April 2024, 18:40 WIB
May Day, 50.000 Buruh Jabodetabek Bakal Gelar Aksi Unjuk Rasa di Istana Negara

AKURAT.CO Sebanyak 50.000 buruh dari wilayah Jabodetabek bersiap untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau "May Day" di sekitar Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (1/5/2024). Mereka berencana menggelar aksi sebagai bentuk peringatan. Rencananya, aksi tersebut akan menjadi perhatian utama di ibu kota.

Kemudian, Presiden Partai Buruh dan juga Presiden KSPI, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa May Day 2024 menjadi sorotan utama dengan partisipasi ratusan ribu buruh di berbagai kota industri di Tanah Air.

"Sekitar 200 ribu lebih akan turut serta dalam May Day di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan daerah lainnya," ujarnya dlama keterangan tertulis, Selasa (30/4/2024).

Baca Juga: KSPI dan Partai Buruh Kepung Kantor Heru Hari Ini, Tolak Dasar UMP DKI 2023!

Menyoroti agenda aksi di Jakarta, Iqbal menyatakan bahwa Istana Negara menjadi pusat gerakan mulai jam 9.30-12.30 WIB. Kemudian, 50 ribu peserta akan bergerak menuju Stadion Madya Senayan untuk merayakan May Day Fiesta.

Dalam suasana yang penuh semangat, peserta May Day 2024 mengajukan dua tuntutan utama yakni pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja dan penolakan terhadap praktik OutSourcing serta Tolak Upah Murah (HOSTUM).

"Negara memposisikan diri sebagai agen outsourcing," tegas Iqbal, menyoroti kekhawatiran akan keberlangsungan upah murah dan ketidakpastian kerja.

Menanggapi kebijakan fleksibilitas jam kerja dan pengaturan cuti yang dinilai merugikan, Iqbal menambahkan bahwa hal tersebut mengancam stabilitas ekonomi para buruh.

Dalam konteks HOSTUM, Iqbal menegaskan bahwa praktik PHK terhadap karyawan tetap yang digantikan dengan tenaga kerja outsourcing hanya memperburuk kondisi sosial-ekonomi.

"Hampir empat tahun ini, kenaikan upah selalu berada di bawah inflasi, merugikan daya beli buruh," tandasnya.

Dalam rangka menghadapi ketidakadilan ini, Partai Buruh dan KSPI mengajukan solusi tegas bertajuk Hapus OutSourcing, Tolak Upah Murah (HOSTUM).

May Day 2024 bukan hanya aksi, tetapi juga panggilan untuk perubahan yang lebih adil bagi para pekerja di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.