Akurat

Rupiah Menguat Tipis 1,5 Poin ke Rp15.856,5 Jelang Rilis Indeks Harga PCE AS

M. Rahman | 28 Maret 2024, 15:43 WIB
Rupiah Menguat Tipis 1,5 Poin ke Rp15.856,5 Jelang Rilis Indeks Harga PCE AS

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 1,5 poin ke level Rp15.856,5 pada perdagangan Kamis (28/3/2024).

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah didorong sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, fokus saat ini tertuju pada data indeks harga PCE ukuran inflasi pilihan The Fed yang akan dirilis pada hari Jumat. Tanda-tanda menurunnya inflasi kemungkinan besar akan memicu pelemahan terhadap dolar AS, mengingat hal tersebut meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih awal.

Baca Juga: Rupiah Berbalik Menguat 7 Poin ke Rp15.792 Usai Afirmasi Investment Grade RI dari JCR

Bersamaan dengan data PCE, pidato terpisah dari Ketua Fed Jerome Powell dan anggota FOMC Mary Daly juga akan disampaikan pada hari Jumat, meskipun pasar akan tutup karena libur Jum’at agung.

"Sinyal apa pun dari keduanya mengenai penurunan suku bunga akan diawasi dengan ketat, setelah pejabat Fed lainnya memberikan nada yang agak hawkish pada minggu ini," ujar Ibrahim dikutip Kamis (28/3/2024).

Gubernur Christopher Waller memperingatkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk mulai menurunkan suku bunga, dengan alasan inflasi yang sulit dan ketahanan ekonomi AS.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan pihak berwenang dapat mengambil langkah tegas terhadap pelemahan yen, bahasa yang tidak pernah dia gunakan sejak tahun 2022 ketika Jepang terakhir kali melakukan intervensi di pasar.

Dia menyampaikan pernyataannya tak lama setelah dolar melonjak karena data AS yang kuat.

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral juga akan terus mencermati perkembangan mata uang. Menurut Ueda, pergerakan mata uang merupakan salah satu faktor yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian dan harga.

Sentimen Internal

Dari internal, para analis optimis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2024 tidak jauh dari angka 5%. Penopang utama laju pertumbuhan ekonomi itu karena adanya efek pemberian komponen tunjangan kerja dan THR di momen hari raya idul fitri 1445 yang jatuh pada tanggal 9 April 2024.

Kemudian, untuk komoditas seperti beras semestinya sudah tidak terlalu tinggi lagi karena di bulan Maret sudah masuk musim panen raya dan puncak panen raya terjadi pada April 2024, sehingga harga beras akan kembali turun.

Selain itu, dampak inflasi ini akan mengurangi daya beli masyarakat Terutama untuk kelompok menengah ke bawah akan terjadi penurunan daya beli. Namun, untuk kelas menengah atas akan relatif kuat dan tidak terlalu banyak terpengaruh oleh inflasi pangan sehingga akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, pemberian komponen tunjangan kinerja 100% pada tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 ASN berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi 2024. Pemberian komposisi tukin 100% ini merupakan upaya pemerintan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 sebesar 5,2% year on year (YoY).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa