Akurat

Menkeu: Ketegangan Geopolitik Tekan Minat Investasi

Silvia Nur Fajri | 7 Maret 2024, 15:08 WIB
Menkeu: Ketegangan Geopolitik Tekan Minat Investasi

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa situasi ekonomi global masih dipenuhi dengan ketidakpastian tinggi, yang sebagian besar disebabkan oleh ketegangan geopolitik yang terjadi di beberapa wilayah.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menekan minat investor untuk melakukan investasi, karena keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada potensi keuntungan finansial, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor politik dan hubungan internasional.

"Perekonomian kita tak terlepas dari kondisi global tadi sudah disampaikan dalam paparan pendek di awal bahwa kondisi global masih dipenuhi ketegangan geopolitik yang tentu makin menekan minat investasi," kata Sri Mulyani dipantau dari Youtube Bank BRI, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga: Stafsus Menkeu Beberkan Penyusunan APBN di Masa Transisi Pemerintah

Ditambahkan, investasi saat ini tidak lagi berdasarkan profit semata namun juga terjadi fragmentasi berdasarkan teman atau tidak teman.

Sri Mulyani juga menyoroti masalah lain yang muncul, yaitu tingkat inflasi yang tinggi. Meskipun inflasi saat ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun masih jauh di atas tingkat yang dianggap normal.

"Hal ini mendorong banyak negara untuk mengambil langkah-langkah mitigasi, salah satunya dengan menaikkan suku bunga acuan sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi," imbuhnya.

Meskipun demikian, Sri Mulyani juga menggarisbawahi bahwa tekanan suku bunga masih tetap tinggi. Meskipun ada harapan bahwa suku bunga global akan mulai turun, namun prospek tersebut mungkin akan menghadapi tantangan 

"Ini sebabkan tekanan suku bunga masih relatif tinggi ada harapan suku bunga global akan mulai turun tapi harapan ini mungkin akan sedikit direm," jelasnya.

Disebutkan Menkeu, dala pertemuan G20 Bank Sentral, termasuk Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Bank Sentral Eropa, para pemangku kebijakan masih menahan keputusan mereka, terutama karena angka inflasi yang masih dianggap cukup tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

"Dalam pertemuan G20 Bank Sentral seperti The Fed dan Eropa mereka akan lihat angka inflasi yang masih dianggap cukup tinggi dan bertahan. Oleh karena itu policy rate mereka masih harus tunggu," ucapnya.

Pernyataan Sri Mulyani ini menyoroti kompleksitas tantangan ekonomi global yang masih dihadapi, serta perlunya langkah-langkah kebijakan yang hati-hati dan strategis untuk mengatasi berbagai ketidakpastian yang ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.