Deputi Gubernur BI Soroti Penguatan Dolar AS Akibat Ketidakpastian Ekonomi Global

AKURAT.CO Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, menyatakan bahwa saat ini ekonomi dunia dihadapkan pada ketidakpastian yang signifikan. Salah satu tantangan utamanya adalah konflik di Eropa dan Timur Tengah yang telah menyebabkan gangguan dalam distribusi barang.
Menurut Damayanti, ketegangan geopolitik di Eropa dan Timur Tengah telah menciptakan ketidakpastian yang merambat ke ekonomi global.
"Ini dapat mengganggu sisi pasokan ekonomi kita, Meskipun dampaknya lebih dirasakan di sektor riil, namun sektor keuangan juga tidak luput dari dampaknya," kata Destry saat diskusi bertajuk Menangkap Peluang di Tengah Perlambatan Ekonomi Global secara virtual, Jumat (23/2/2024).
Baca Juga: Waspada, Rupiah Berpotensi Menuju Rp16.000 Per Dolar AS Pekan Depan Karena Ini
Dijelaskan, gangguan dalam pengiriman barang, terutama melalui Terusan Suez yang kini terpaksa mengalami putaran lebih jauh akibat konflik, telah mengakibatkan keterlambatan pengiriman barang hingga 10 hari.
"Kejadian di Eropa di mana pengiriman distribusi barang terganggu, yang biasanya lewat Terusan Suez kini harus berputar karena konflik di Middle East dan ini berakibat barang terlambat terkirim 10 hari. Ini bisa menganggu supply side ekonomi kita," jelas Destry.
Selanjutnya, ia menegaskan perlunya antisipasi dan respons yang tepat dari berbagai pihak untuk mengatasi dampak negatif yang mungkin timbul akibat ketidakpastian ini.
Isu terpenting menurut Destry yakni kebijakan "higher for the longer" global yang memengaruhi harga obligasi di banyak negara dan mendorong penguatan Indeks dolar AS terhadap mata uang lainnya (DXY).
Ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian pasar dan minat pada aset dolar yang dianggap lebih aman."Ini yang terjadi di ekonomi global yg paling tidak mempengaruhi perekonoman kita di sektor keuangan maupun riil," ujarnya.
Diketahui, indeks DXY menguat di awal tahun ini, dari posisi 101,38 di akhir 2023 ke 104,05 pada Jumat, 23 Fabruari 2024 pukul 16.55 WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










